Jakarta, CoreNews.id – Galeri Nasional Indonesia menjalani revitalisasi untuk meningkatkan fasilitas, ruang pamer, dan kualitas pelayanan pengunjung. Sebanyak 1.876 karya seni disiapkan untuk dipamerkan setelah proses revitalisasi selesai.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pembenahan ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap seni rupa Indonesia.
“Galeri Nasional ini mempunyai koleksi hampir 2.000 karya, tepatnya 1.876 karya. Karya-karya ini menjadi bagian dari koleksi yang akan dipamerkan nantinya setelah direvitalisasi,” ujarnya saat peletakan batu pertama revitalisasi di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Koleksi Galeri Nasional mencakup perjalanan seni rupa Indonesia, mulai dari karya Raden Saleh hingga seniman modern dan kontemporer. Pemerintah juga berencana memamerkan sejumlah karya seni dari Istana Negara secara permanen.
Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menegaskan revitalisasi mencakup peningkatan pengelolaan dan pelayanan.
“Revitalisasi diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan kualitas pengelolaan Galeri Nasional Indonesia,” katanya.
Pengerjaan konstruksi dipercayakan kepada PT Nindya Karya (Persero), dengan target penyelesaian sekitar 70–80 hari. Revitalisasi diharapkan memperkuat peran Galeri Nasional dalam pelestarian dan pengembangan seni rupa Indonesia.













