CoreNews.id, Jakarrta – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melepas keberangkatan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang membawa bantuan untuk masyarakat di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (18/1).
KRI itu dilepas dari Mako Kolinlamil, Jakarta Utara. Kapal membawa bahan makanan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, pakaian wanita, susu, tenda lapangan, perlengkapan kebersihan, air mineral, hingga perlengkapan ibadah.
“Kita saksikan bersama pelepasan KRI dr Radjiman yang akan melaksanakan tugas kemanusiaan membawa bantuan kita lagi ke Gaza. Mereka akan berangkat selama 15 hari,” kata Prabowo.
Bantuan diberangkatkan menuju Pelabuhan Al Arish di Mesir untuk selanjutnya disalurkan oleh Bulan Sabit Merah Mesir.
Pelayaran akan menempuh rute Jakarta – Belawan – Al Arish – Jeddah – Batam dan kembali lagi ke Jakarta. Secara total, pelayaran akan memakan waktu 52 hari.
Ada 214 prajurit TNI Angkatan Laut dalam Satgas Muhibah/Port Visit Ke Mesir 2024 ini. Prabowo mengatakan usai mengantar bantuan, kapal rumah sakit ini bakal kembali ke Indonesia.
“Kita masih negosiasi apakah mereka bisa bertahan di situ untuk melayani, tapi karena pertimbangan beberapa hal kemungkinan mereka kembali sesudah antar bantuan,” katanya.
Ia menyebut misi pengiriman bantuan ini cukup berbahaya karena akan melewati Laut Merah. Namun, kata Prabowo, Indonesia sebagai negara nonblok tak perlu khawatir.
“Mereka akan lewat kawasan perang yaitu sekitar Teluk Aden, Laut Merah. Sekarang sedang berkecamuk perang terbuka, tapi kita sebagai negara yang katakanlah mendukung Palestina, kita tidak merasa bahwa kita punya musuh dari Yaman dan kita juga sebagai negara non blok baik dengan beberapa negara yang ada di situ,” ucapnya.