Jakarta, CoreNews.id – Nabi Ibrahim AS diberikan banyak mukjizat. Di antaranya adalah, Allah SWT menakdirkan dirinya tak mempan dibakar api.
Raja Namrud, penguasa Mesopotamia kala itu, memerintahkan melemparkan Nabi Ibrahim AS ke dalam kobaran api besar yang menyala-nyala. Sebab, sang nabi telah telah menghina dan menghancurkan berhala-berhala yang disembah kaumnya
“Kami (Allah) berfirman, ‘Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!” (QS al-Anbiya: 69).
Di manakah lokasi Raja Namrud membakar Nabi Ibrahim AS? Mengutip berbagai sumber, salah satunya, lokasi yang dimaksud berada di wilayah Urfa, Turki. Kota itu berjarak sekitar 12 jam perjalanan darat dari Ankara. Letaknya di bagian selatan negara itu.
Kini, di situs yang diduga sebagai lokasi eksekusi Nabi Ibrahim itu, terdapat kolam ikan yang cukup luas. Kolam itu berisi ikan berwarna hitam dove. Hanya ada satu jenis ikan dalam kolam itu dengan berbagai ukuran, mulai dari kecil hingga besar. Masyarakat setempat mempercayai, ikan-ikan yang berada di kawasan pembakaran Nabi Ibrahim itu tidak boleh dimakan.
Mereka juga meyakini, tumpukan kayu yang tadinya dipakai untuk membakar Nabi Ibrahim AS kemudian luruh menjadi air. Air itulah yang mengisi kolam ini. Adapun bara dan abu itu lantas menjadi ikan-ikan di kolam tersebut.
Sekitar 100 meter dari lokasi itu terdapat tempat kelahiran Nabi Ibrahim. Di sampingnya, telah berdiri dua masjid, yaitu Masjid Maulid Halil yang didirikan pada 1808 M dan Masjid Maulid Halil Baru yang didirikan pada 1980 M.
Secara geografis, tempat yang diyakini sebagai lokasi pembakaran Nabi Ibrahim AS berada di atas sebuah bukit. Letaknya, di belakang masjid setempat.