Jakarta, CoreNews.id – Insiden mengejutkan terjadi di Kota Gorontalo, Minggu dini hari (6/7), ketika sekelompok anggota polisi diduga menyerang dan merusak kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jalan Sultan Botutihe.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyebut penyerangan ini sebagai tindakan “sangat mengerikan”, apalagi terjadi saat perayaan HUT Bhayangkara masih berlangsung.
Adhan mengungkapkan dugaan pemicu insiden ini terkait razia Satpol PP terhadap sebuah kafe yang menjual minuman keras tanpa izin. Penutupan kafe itu memicu kemarahan pemilik yang diduga memiliki hubungan keluarga dengan anggota polisi.
“Jadi karena membela orang tua pemilik kafe yang tidak punya izin. Itu yang dibela oleh polisi ini,” ujar Adhan.
Menanggapi insiden tersebut, Adhan meminta Kapolda Gorontalo, Irjen Pol R Eko Wahyu, untuk bertindak tegas terhadap para pelaku dari institusi kepolisian. Ia bahkan menyatakan niatnya untuk mengadukan hal ini langsung ke Propam Mabes Polri.
“Saya meminta kepada kapolda tolong ditindak tegas oknum anggota polisi yang modelnya begini. (Hari ini) saya mau ke Jakarta, saya mau ke Propam Mabes Polri,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, menyatakan bahwa Kapolda akan menindak tegas anggota yang terlibat dalam penyerangan.
“Kami tidak akan melakukan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kami,” kata Desmont.













