Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Berbagai Tipe Rombongan di Mal, Apa yang Mereka Cari?

by Teguh Imam Suyudi
26 Juli 2025 | 21:00
in Gaya Hidup
berbagai-tipe-rombongan-di-mal

Ilustrasi Mal (Gambar: Dok. Grand Mall Surabaya)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Fenomena banyak pengunjung datang ke mal bukan untuk berbelanja, melainkan sekadar jalan-jalan, berfoto, atau melihat-lihat tanpa niat membeli. Berbagai istilah unik muncul untuk menggambarkan kebiasaan ini. Lantas, apa saja tipe rombongan yang sering ditemui di mal? Dikutip dari sejumlah sumber, simak ulasannya berikut!

1. ROJALI (Rombongan Jarang Beli)

Mereka datang hanya untuk jalan-jalan, nongkrong, atau menikmati suasana mal tanpa berniat membeli apa pun. Biasanya, mereka menghabiskan waktu di food court atau area lounge sambil mengobrol.

2. ROHANA (Rombongan Hanya Nanya)

Suka bertanya detail produk, harga, atau promo, tapi tidak pernah membeli. Biasanya, mereka hanya membandingkan informasi sebelum membeli di tempat lain atau online.

3. ROHALUS (Rombongan Hanya Elus-elus)

Senang memegang dan mengelus barang di toko, seperti pakaian, gadget, atau aksesoris, tetapi tidak membelinya. Bagi mereka, sensasi menyentuh barang sudah cukup puas.

4. ROHALI (Rombongan Hanya Lihat-Lihat)

Mereka hanya berkeliling toko, melihat display barang, tetapi tidak melakukan transaksi. Kadang, mereka hanya ingin mengetahui tren terbaru tanpa berkomitmen membeli.

5. ROCEGA (Rombongan Cek Harga)

Datang untuk membandingkan harga di mal, tapi akhirnya memilih belanja di e-commerce atau pasar tradisional yang lebih murah.

6. ROMANSA (Rombongan Manis Senyum Aja)

Mereka datang ke mal untuk bersosialisasi, ngobrol, atau sekadar melepas penat. Transaksi belanja? Bukan prioritas!

7. ROTASI (Rombongan Tanpa Transaksi)

Berputar-putar di mal, masuk ke berbagai toko, tapi sama sekali tidak beli apa-apa. Mal dianggap seperti tempat rekreasi gratis.

8. ROSALI (Rombongan Suka Selfie)

Tujuan utama mereka adalah foto-foto di spot Instagramable. Toko hanya jadi latar belakang, bukan tujuan berbelanja.

READ  Vespa Edisi Terbatas Imlek Diluncurkan

9. ROCADOH (Rombongan Cari Jodoh)

Mal dijadikan tempat cari kenalan atau pasangan. Biasanya terlihat di kafe atau area ramai pengunjung.

10. ROCUTA (Rombongan Cuci Mata)

Mereka datang untuk menikmati pemandangan barang-barang mewah atau tren terbaru, meski tak berniat membeli.

11. ROMUSA (Rombongan Muka Susah)

Ekspresi mereka frustasi atau kecewa, mungkin karena harga mahal atau budget terbatas. Mereka sering mengeluh tapi tetap datang ke mal.

Kenapa Fenomena Ini Terjadi?

Perubahan perilaku konsumen ini dipengaruhi oleh:
✔ Kenaikan harga barang di mal
✔ Kebiasaan belanja online yang lebih murah
✔ Mal sebagai ruang sosial ketimbang tempat belanja
✔ Fenomena window shopping yang jadi hiburan

Kesimpulan

Mal kini tak hanya jadi tempat belanja, melainkan juga ruang rekreasi, sosialisasi, dan hiburan. Meski tidak semua pengunjung berbelanja, kehadiran mereka tetap memberi kehidupan pada pusat perbelanjaan.

Bagaimana dengan Anda? Termasuk rombongan yang mana?

Tags: kebiasaan belanjaTipe rombongan di mal
Previous Post

Timnas U-23 Indonesia Lolos ke Final ASEAN Usai Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Next Post

PT Pos Bangun 1.823 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Aset Strategis

Next Post
toyota-klaim-ev-lebih-berpolusi-dari-hibrida-bantahan-riset-china

PT Pos Bangun 1.823 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Aset Strategis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Menurut Yvonne, Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan.

Sembilan WNI Ditangkap Israel, Kemenlu Upayakan Pembebasan

20 Mei 2026 | 10:49
Dalam perspektif ekonomi syariah, potensi pengembangan lembaga penjaminan juga besar. Skema Kafalah dapat diperluas untuk mendukung pembiayaan UMKM syariah, koperasi syariah, BMT, serta rantai nilai halal. Penguatan penjaminan syariah akan melengkapi grand desain dan arsitektur keuangan syariah nasional, terutama dalam mendukung pengembangan sektor riil berbasis halal.

Transformasi dan Penguatan Industri Penjaminan untuk Mendorong Pembiayaan dan Mewujudkan Stabilitas Sistem Keuangan

20 Mei 2026 | 15:39
Menurut Prabowo kembali, lewat kebijakan tersebut, kas negara diproyeksikan bisa mengamankan potensi penghasilan hingga 150 miliar dolar AS. Nilai itu setara dengan Rp2.653,92 triliun per tahun (asumsi kurs Rp17.692 per Dolar AS)

Pemerintah Bentuk Badan Ekspor Dengan Potensi Penghasilan Hingga 150 Miliar Dolar AS

20 Mei 2026 | 14:02
Selain rupiah, ringgit Malaysia terkoreksi 0,09%. Dolar Taiwan tertekan 0,07% dan baht Thailand tertekan 0,06%. Won Korea Selatan juga turun 0,04%. Selain itu, dolar Hong Kong melemah tipis 0,008%.

Rupiah Terjun Bebas Menjadi Rp 17.738 Per Dolar AS

20 Mei 2026 | 09:49
Grey Bukan Sekadar Warna, New Balance Rayakan Identitas Urban Lewat Grey Days 2026

Grey Bukan Sekadar Warna, New Balance Rayakan Identitas Urban Lewat Grey Days 2026

20 Mei 2026 | 12:45
Sementara itu, harga emas di Pegadaian tetap naik. Harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 masing-masing naik menjadi Rp 2.845.000, Rp 2.887.000, dan Rp 2.782.000 per gram. Ini dikutip dari laman Sahabat Pegadaian Jakarta, Rabu pukul 07.38 WIB. Sebelumnya, harga ketiganya di Pegadaian pada Selasa (19/5/2026) dicatat sebagai berikut. Harga emas UBS Rp 2.788.000, Antam Rp 2.861.000, dan Galeri24 Rp 2.756.000 per gram

Harga Emas Antam Turun, Harga Emas Pegadaian Naik

20 Mei 2026 | 10:16
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved