Jakarta, CoreNews.id – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan memperluas program pengiriman warga transmigran Indonesia untuk bekerja dan magang di Jepang. Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengatakan lebih dari 100 transmigran sudah bekerja di Jepang dengan gaji Rp25–55 juta per bulan sesuai keahlian.
“Kami ingin para transmigran itu nanti belajar ke Jepang, melakukan pemagangan, ada beberapa skema, ada yang 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun atau bahkan 10 tahun untuk kemudian mereka nanti diberdayakan, balik lagi ke kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah, Senin (29/9/2025).
Ia menambahkan, pengalaman, networking, serta skill yang diperoleh akan berguna saat industri masuk ke kawasan transmigrasi. Jepang sendiri membutuhkan 40 ribu tenaga kerja dari Indonesia, namun baru terpenuhi 25 ribu di 24 sektor, mulai dari pertanian, kelautan, konstruksi hingga perawatan.
“Masyarakat Jepang sangat nge-value tenaga kerja di Indonesia karena keramah tamahannya, hospitality-nya. Bahkan kita dianggap nomor satu di antara bangsa-bangsa lain,” ungkap Iftitah.
Selain mengirim tenaga kerja, program ini juga disebut memberi double benefit: transmigran memperoleh keahlian dari teknologi Jepang sekaligus menarik investor Negeri Sakura untuk berinvestasi di Indonesia.
“Sebagai langkah konkret, insya Allah bulan Oktober mereka akan datang ke Indonesia untuk kita melakukan nota kesepahaman,” pungkasnya.













