Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

NUS dan Tiga Universitas Besar Indonesia Eksplor Masa Depan Pendidikan Tinggi di Era AI

by Teguh Imam Suyudi
7 Desember 2025 | 20:00
in Humaniora
nus-forum-ai

Professor Tan Eng Chye, President, National University of Singapore (photo _ National University of Singapore) (Foto: Dok. NUS)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong universitas di seluruh dunia untuk beradaptasi. Pada gelaran NUS Innovation Forum Jakarta (NIF), ratusan pemimpin akademik, alumni, dan praktisi industri berkumpul untuk menggali strategi menjaga relevansi pendidikan tinggi di tengah disrupsi teknologi.

Forum ini merupakan edisi NIF pertama di Indonesia dan menjadi rangkaian ketujuh sejak 2024. Mengusung tema “Navigating the Age of AI”, acara ini diadakan oleh NUS Office of Alumni Relations untuk memperkuat kolaborasi dengan komunitas alumninya di kawasan Asia Tenggara.

Dalam sambutan pembuka, Presiden NUS, Profesor Tan Eng Chye, menegaskan bahwa AI tidak hanya mengubah cara belajar, tetapi juga menguji relevansi, nilai, dan tujuan pendidikan tinggi. Ia menyebut pentingnya universitas menghindari risiko cognitive offloading hingga de-skilling yang muncul dari penggunaan AI tanpa kendali. “Belajar harus tetap menantang. AI tidak bisa menggantikan proses berpikir,” ujarnya, dikutip dari siaran pers, 5/12/2025.

Universitas Indonesia, UGM, dan ITB Soroti Transformasi Kurikulum

Pada panel “Peran Universitas dalam AI, Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi”, hadir tokoh-tokoh kunci:

  • Hamdi Muluk
  • Danang Sri Hadmoko
  • Lavi Rizki Zuhal

Mereka sepakat bahwa AI bukan sekadar teknologi baru, tetapi perubahan filosofi pendidikan. Perwakilan ITB menekankan perlunya desain kurikulum yang benar-benar baru agar mahasiswa siap bekerja berdampingan dengan sistem cerdas. Sementara UGM menyoroti pentingnya riset lintas disiplin dan biaya besar yang diperlukan dalam pengembangan AI, sehingga kolaborasi menjadi wajib.

Dari sisi psikologis, perwakilan dari Universitas Indonesia memperingatkan risiko ketergantungan emosional mahasiswa pada sistem AI. Universitas, katanya, perlu memperkuat ketahanan mental melalui ekosistem kampus yang sehat dan humanis.

Startup dan Inovasi di Era AI

Panel kedua menghadirkan pendiri startup seperti Adi Reza Nugroho (MYCL), David Setiawan Suwarto, dan Pang Xue Kai (ForU AI). Mereka berbagi pengalaman membangun bisnis berbasis teknologi di tengah perubahan cepat. Diskusi menyoroti bagaimana AI dapat mempercepat kreativitas dan pemecahan masalah, bukan menggantikan manusia.

READ  Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2576

NUS Enterprise juga menegaskan ekspansi jaringan inovasi BLOCK71, yang kini hadir di 11 kota termasuk Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta untuk mendukung ekosistem startup di kawasan.

Sebagai bagian dari rangkaian forum global di Manila, San Francisco, Suzhou, Beijing, Shanghai, dan Tokyo, NIF Jakarta menegaskan bahwa kawasan Asia Tenggara tidak hanya beradaptasi terhadap transformasi AI, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk masa depan pendidikan dan inovasi.

Tags: AI IndonesiaInovasi DigitalPendidikan Tinggi
Previous Post

Danareksa Sekuritas dan Pegadaian Perkenalkan Layanan Gadai Efek Online ke Seluruh Indonesia

Next Post

PGE Mantapkan Posisi sebagai Inovator Panas Bumi, Flow2Max® Siap Dipasarkan Global Bersama Ecolab

Next Post
flow2max-pge-ecolab

PGE Mantapkan Posisi sebagai Inovator Panas Bumi, Flow2Max® Siap Dipasarkan Global Bersama Ecolab

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026

Halal Indonesia International Industry Expo 2026 Kembali Gelar Industrial Festival x Halal Indo 2026

25 September 2026 | 12:52
Hery Susanto Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara

Hery Susanto Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara

25 September 2026 | 13:38
Menurut Destry, untuk mengurai permasalahan tersebut, BI akan memberikan disinsentif dalam bentuk GWM (Giro Wajib Minimum) pada bank tersebut. Sementara bank-bank lain yang kepemilikan SSB-nya relatif di bawah, di mana BI menempatkan di 19 persen dari total DPK (Dana Pihak Ketiga) mereka, maka BI akan memberikan insentif, yaitu penurunan GWM.

BI Akan Terapkan Giro Wajib Minimum

25 September 2026 | 12:59
KPK Periksa 4 ASN Cirebon dan Tetapkan GM Hyundai sebagai Tersangka Suap PLTU

KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Penggeledahan Kanwil BPN Jatim

25 September 2026 | 15:49
bfgoodrich-perkuat-ban-on-road-buatan-indonesia

BFGoodrich Perkuat Ban On-Road Buatan Indonesia

25 September 2026 | 21:00
KB Bank kini terus melihat adanya ruang untuk meningkatkan kredit ke sektor tersebut apabila prospeknya tetap positif dan hasil analisis kredit menunjukkan kondisi yang memadai. Dengan demikian, ekspansi kredit ke sektor TPT dan garmen akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta kualitas calon debitur

KB Bank Siap Tingkatkan Kredit ke Sektor TPT dan Garmen

24 September 2026 | 15:13
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved