Jakarta, CoreNews.id – Sebuah gempa bumi bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin malam waktu setempat. Guncangan kuat ini terjadi di lepas pantai Prefektur Aomori, sekitar 80 km dari daratan, pada kedalaman 50 km menurut Japan Meteorological Agency.
Gempa ini sempat memicu peringatan tsunami untuk wilayah Hokkaido, Aomori, dan Iwate. Gelombang tsunami setinggi 20–70 cm terpantau di beberapa pelabuhan oleh otoritas setempat.
Peringatan Tsunami Diturunkan
Pada Selasa dini hari, otoritas menurunkan status dari tsunami warning menjadi advisory, menandakan risiko genangan dan tinggi gelombang yang lebih rendah.
Sementara itu, Pacific Tsunami Warning Center sebelumnya menyebutkan bahwa potensi gelombang berbahaya dapat terjadi hingga radius 1.000 km dari pusat gempa, termasuk pesisir Jepang dan Rusia.
23 Orang Terluka, Kerusakan Terisolasi
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang mencatat 23 orang terluka, satu di antaranya luka serius. Banyak korban terluka akibat tertimpa benda jatuh, termasuk insiden di sebuah hotel di Hachinohe dan sebuah kecelakaan mobil di wilayah Tohoku.
Sekitar 800 rumah mengalami pemadaman listrik, sementara 480 warga mengungsi ke pangkalan udara Hachinohe untuk mencari perlindungan.
Respons Pemerintah dan Infrastruktur
Perdana Menteri Sanae Takaichi mendesak warga di area terdampak untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi mengerahkan 18 helikopter untuk menilai kondisi dan potensi kerusakan. Layanan kereta oleh East Japan Railway ditangguhkan pada beberapa rute akibat pemeriksaan keamanan.
Sekitar 200 penumpang terdampar semalaman di New Chitose Airport setelah penerbangan terganggu.
Kondisi PLTN dan Lingkungan
Stasiun TV NHK melaporkan bahwa sejumlah PLTN di daerah terdampak melakukan pengecekan keselamatan. Badan internasional International Atomic Energy Agency memastikan tidak ada kelainan pada Fukushima Daiichi Nuclear Power Plant.
Jepang dan Aktivitas Seismik
Jepang berada di kawasan Ring of Fire, salah satu wilayah paling aktif secara seismik di dunia. Negara ini menyumbang sekitar 20% gempa bumi global berkekuatan 6,0 atau lebih besar, termasuk gempa dahsyat M 9,0 yang memicu tsunami besar pada Maret 2011.
Sumber: Al Jazeera.com













