Jakarta, CoreNews.id – Lando Norris menorehkan sejarah baru di ajang Formula 1 setelah berhasil mengamankan gelar juara dunia F1 pertamanya pada Grand Prix Abu Dhabi. Pebalap asal Inggris tersebut finis di posisi ketiga, tepat di belakang Max Verstappen yang memenangi balapan dan rekan setimnya, Oscar Piastri, yang juga menjadi pesaing gelar.
Hasil tersebut cukup bagi Norris untuk mengakhiri empat tahun dominasi Verstappen, unggul dua poin di klasemen akhir.
Saat melintasi garis finis, insinyur balapnya berseru, “That’s it, mate, you are world champion!” Norris pun membalas dengan suara penuh emosi, “Terima kasih, kalian mewujudkan mimpi masa kecil saya.”
Tangis Bahagia di Podium Yas Marina
Pada malam gemerlap di Yas Marina Circuit, Norris tampak tak mampu menahan air mata.
“Saya tidak menyangka akan menangis, tapi saya melakukannya,” ujarnya di podium.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tuanya yang selalu mendukung perjalanan kariernya. “Rasanya luar biasa… sekarang saya sedikit tahu apa yang Max rasakan,” tambahnya.
Musim Spektakuler bagi McLaren
Musim 2024 menjadi tahun emas bagi McLaren, yang sukses mengamankan gelar konstruktor di Singapura sebelumnya. Dipimpin oleh Andrea Stella dan Zak Brown, tim oranye papaya ini kembali menunjukkan superioritasnya.
Zak Brown pun memuji pencapaian duo pebalapnya: “Apa musim yang fantastis! Lando dan Oscar memberikan segalanya.”
Gelar Norris menandai juara dunia F1 keenam dari Inggris sejak era Hamilton, dan menjadi gelar ke-13 bagi McLaren. Ia mengikuti jejak legenda seperti Emerson Fittipaldi, James Hunt, Niki Lauda, Alain Prost, Ayrton Senna, Mika Hakkinen, dan Lewis Hamilton.
Perjalanan Panjang Menuju Puncak
Norris, yang sudah sembilan tahun bersama McLaren, merasa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras bersama tim.
“Perjalanan panjang dengan McLaren membuat saya bangga bisa memberikan sesuatu kembali kepada mereka,” ujarnya.
Oscar Piastri yang sempat memimpin klasemen di pertengahan musim harus puas berada di posisi ketiga pada akhir musim—namun tetap menjadi penantang kuat sepanjang tahun.
Balapan di Abu Dhabi kali ini juga menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya sejak 2010, gelar juara diperebutkan oleh lebih dari dua pebalap di seri penutup.
Sumber: Al Jazeera.com












