Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Pahami Autoimun: Mengapa Perempuan Berisiko Lebih Tinggi dan Cara Mengendalikannya

by Teguh Imam Suyudi
12 Desember 2025 | 09:00
in Gaya Hidup
pelajari-polis-agar-tenang-ajukan-klaim

Ilustrasi Pasien (Gambar: Dok. Sequis Life)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Penyakit autoimun terus menjadi isu kesehatan global yang jumlah penderitanya semakin meningkat. Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 2,5 juta orang diperkirakan hidup dengan kondisi ini.

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel dan jaringan sehat. Hingga sekarang, telah ditemukan lebih dari 100 jenis penyakit autoimun. “Ada yang menyerang organ tertentu, ada pula yang bersifat sistemik dan dapat mempengaruhi kulit, sendi, paru-paru, usus, saraf, hingga kelenjar tiroid,” dikutip dari Primaya Hospital Website, 11/12/2025.

Faktor Penyebab Autoimun

Autoimun bukan penyakit yang muncul secara tiba-tiba. Kondisinya dipengaruhi kombinasi berbagai faktor, seperti:

  • Genetik dan riwayat keluarga
  • Faktor lingkungan (infeksi, paparan zat kimia, polusi, asap rokok)
  • Stres berkepanjangan
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Gaya hidup tidak sehat dan pola makan buruk

Penelitian menunjukkan risiko autoimun lebih tinggi pada perempuan usia produktif, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

Tanda dan Gejala Autoimun

Gejala autoimun sangat bervariasi tergantung organ yang diserang. Namun, beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain:

  • Kelelahan berat yang tidak membaik
  • Nyeri atau bengkak pada sendi
  • Ruam kulit atau sensitif terhadap sinar matahari
  • Gangguan pencernaan berulang
  • Demam berulang tanpa sebab jelas

Banyak pasien mengabaikan gejala awal sehingga baru mencari pertolongan ketika sudah kronis. Menurut dr. Syahrizal, deteksi dini sangat penting agar penanganan lebih efektif.

Diagnosis umumnya meliputi evaluasi riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan pemeriksaan penunjang lain oleh dokter yang berkompeten dalam penyakit autoimun.

Mengapa Perempuan Lebih Berisiko?

Penyakit autoimun paling banyak ditemukan pada wanita usia 15–44 tahun. Data Global Autoimmune Institute (2024) mencatat bahwa sekitar 78% penderita autoimun adalah perempuan.

READ  Universitas Bakrie Berkolaborasi dengan KarirLab dalam Job Fair Hybrid UBakrie Career Day 2023

Penyebabnya terkait dengan:

  • Perbedaan biologis antar gender
  • Keberadaan kromosom X tambahan
  • Pengaruh hormon estrogen
  • Respons imun perempuan yang cenderung lebih aktif

Jika tidak dikendalikan, autoimun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan organ permanen, peningkatan risiko penyakit jantung, hingga gangguan kehamilan seperti keguguran. Dampak psikologis berupa kecemasan dan depresi juga sering dialami pasien.

Penanganan Autoimun

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien. Bentuk penanganan dapat meliputi:

  • Pengaturan pola makan
  • Obat pengendali peradangan
  • Imunoterapi
  • Terapi plasma exchange (untuk kondisi tertentu)

Tujuan utamanya adalah mengontrol aktivitas sistem imun serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Perubahan gaya hidup seperti tidur cukup, olahraga teratur, manajemen stres, dan kepatuhan minum obat terbukti membantu menjaga stabilitas jangka panjang. Dukungan psikologis dan edukasi keluarga juga sangat penting mengingat sifat autoimun yang kronis.

Layanan Klinik Autoimun

Primaya Hospital Bekasi Barat menyediakan layanan komprehensif untuk skrining, diagnosis, dan terapi penyakit autoimun. Jenis kondisi yang ditangani mencakup:

  • Rheumatoid Arthritis
  • Psoriasis & Psoriatic Arthritis
  • Penyakit Tiroid Autoimun (Graves & Hashimoto)
  • Lupus (SLE)
  • Multiple Sclerosis (MS)
  • Celiac Syndrome
  • Sjogren’s Syndrome
  • Spondilitis Ankilosa
  • Dan berbagai jenis autoimun lainnya

Klinik ini didukung layanan imunoterapi, tes alergi, terapi plasma exchange, pemeriksaan laboratorium, serta edukasi dan konseling.

Penyakit autoimun dapat menyerang siapa saja, tetapi perempuan usia produktif memiliki risiko paling tinggi. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pemeriksaan medis lebih awal sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Jika Anda atau keluarga mengalami gejala berkepanjangan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis terpercaya.

Tags: AutoimunKesehatan Perempuan
Previous Post

Tren AI 2026: Era Physical Intelligence dan Desentralisasi Komputasi Mulai Menguat

Next Post

APF Canada Perkuat Transfer Teknologi Agrifood dan Digitalisasi Rantai Pasok Indonesia

Next Post
Yayasan Asia Pasifik Kanada lenggarakan acara Momentum Jakarta

APF Canada Perkuat Transfer Teknologi Agrifood dan Digitalisasi Rantai Pasok Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

5 Manfaat Serai Untuk Kesehatan Tubuh

5 Manfaat Serai Untuk Kesehatan Tubuh

16 November 2023 | 13:53
OLXmobbi

Astra Digital Mobil Perkenalkan OLXmobbi

19 Maret 2024 | 09:00
Rekayasa Lalu Lintas Mendukung Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A

Rekayasa Lalu Lintas Mendukung Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A

6 Oktober 2026 | 12:58
Bacaan Saat Meniup Ubun-Ubun dan doa Walimah Aqiqah

Bacaan Saat Meniup Ubun-Ubun dan doa Walimah Aqiqah

11 September 2023 | 15:41
Kini sekalipun syarat penerima BSU 2026 belum ada, pekerja sebaiknya tidak menjadikan syarat BSU 2025 sebagai patokan final untuk menentukan status penerimaan BSU 2026. Pekerja lebih disarankan terus memantau link BSU 2026 resmi di bsu.kemnaker.go.id untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kriteria penerima, mekanisme pengecekan dan jadwal pencairan.

Cek Penerima BSU 2026 Sebesar Rp900.000, Kunjungi bsu.kemnaker.go.id

5 Oktober 2026 | 17:04
Prabowo Beri Taklimat kepada 800 Pati TNI-Polri di Istana

Prabowo Beri Taklimat kepada 800 Pati TNI-Polri di Istana

7 Oktober 2026 | 15:48
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved