Jakarta, CoreNews.id — Konferensi Besar PBNU dan peringatan 1 Abad NU pada 31 Januari 2026 di Gelora Bung Karno dengan Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua panitia, menjadi agenda besar yang akan segera dijalankan. Selain itu, dilanjutkan dengan percepatan penataan administratif, terutama penyelesaian SK kepengurusan yang dianggap vital bagi pelayanan organisasi dan percepatan muktamar secara bersih, beradab, dan tanpa praktik politik uang.
Hal itu disampaikan Penjabat Ketua Umum PBNU hasil Rapat Pleno Hotel Sultan, KH Zulfa Mustofa di Jakarta (11/12/2025). Menurut Zulfa, ia mengakui muncul keraguan dari pengurus daerah atas keputusan pleno, namun menegaskan ketidakpastian itu kini telah berakhir. Untuk membuktikan normalisasi organisasi, maka ia bertolak ke NTB melakukan konsolidasi, lalu bersafari ke Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara untuk menyalurkan langsung donasi Rp 2 miliar bagi korban bencana.
Sementara itu terkait legitimasi Kiai Zulfa sebagai Pj Ketua Umum, menurut Rais Syuriah Prof Mohammad Nuh berdasar keputusan pleno telah memenuhi seluruh persyaratan dan diputus secara bulat. Wakil Rais Aam KH Afifuddin Muhajir bahkan menambahkan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan prinsip memilih mudarat paling ringan demi menjaga kesakralan NU. Senada dengan hal tersebut, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar juga menyebut keputusan plenolah otoritas tertinggi dan telah bersifat final, sehingga seluruh perbedaan pendapat dinyatakan selesai dan organisasi kini diminta fokus menatap agenda ke depan.*













