Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

AS Kembali Berupaya Bajak Kapal Tanker Minyak di Perairan Internasional

by Irawan Djoko Nugroho
22 Desember 2025 | 10:51
in Internasional
Dilansir dari Reuters, seorang pejabat AS mengatakan jika kapal tersebut bagian dari “armada gelap” yang digunakan untuk menghindari sanksi perdagangan minyak Venezuela, mengibarkan bendera palsu, dan berada di bawah perintah penyitaan pengadilan.

Ilustrasi: Kapal Tanker. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Amerika Serikat kembali mengejar sebuah kapal tanker minyak di perairan internasional dekat Venezuela. Jika operasi intersepsi yang dilakukan Penjaga Pantai AS berhasil, maka akan menjadi penyitaan ketiga dalam kurun kurang dari dua pekan.

Dilansir dari Reuters, seorang pejabat AS mengatakan jika kapal tersebut bagian dari “armada gelap” yang digunakan untuk menghindari sanksi perdagangan minyak Venezuela, mengibarkan bendera palsu, dan berada di bawah perintah penyitaan pengadilan. Kapal tersebut adalah kapal tanker raksasa jenis very large crude carrier (VLCC) yang masuk daftar sanksi Departemen Keuangan AS sejak tahun lalu karena keterkaitan dengan Iran. Berdasar data TankerTrackers.com, kapal tersebut dalam kondisi kosong saat mendekati Venezuela pada Minggu (21/12/2025). Berdasarkan dokumen internal perusahaan minyak negara PDVSA, Bella 1 pernah mengangkut minyak Venezuela ke China pada 2021 serta minyak mentah Iran pada periode sebelumnya.

Langkah yang dilakukan AS tersebut merupakan bagian dari kampanye tekanan era Presiden Donald Trump terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pekan lalu, Trump mengumumkan “blokade” terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan keluar-masuk Venezuela, disertai peningkatan kehadiran militer AS di kawasan. Adapun kapal tanker The Skipper, yaitu kapal yang disita pertama terkait Venezuela pada 10 Desember, telah tiba di Galveston Offshore Lightering Area dekat Houston. Gedung Putih menegaskan kapal-kapal yang disita beroperasi di pasar gelap dan memasok minyak ke negara-negara yang juga terkena sanksi.*

READ  Tradisi Diplomasi Qatar Tak Goyah Meski Diserang Israel
Tags: ASReutersVenezuelavery large crude carrier
Previous Post

CBN Fiber Safe Hadirkan Paket Internet Rumah dengan Cyber Protection Insurance

Next Post

Harga Emas Antam Naik Jadi 2,5 Juta per Gram

Next Post
Sebelumnya harga emas Antam sebesar Rp 2.491.000. Terjadi kenaikan sebesar Rp 11.000. Untuk harga jual kembali (buyback), juga dicatat mengalami kenaikan. Yaitu, dari Rp 2.350.000 menjadi Rp 2.361.000 per gram.

Harga Emas Antam Naik Jadi 2,5 Juta per Gram

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Kado Ramadan 1445 H, Presiden Tetapkan Besaran Tunjangan Fungsional Pentashih Al-Qur’an

Kado Ramadan 1445 H, Presiden Tetapkan Besaran Tunjangan Fungsional Pentashih Al-Qur’an

3 April 2024 | 14:54
Andre Rosiade akademi Sepakbola

Andre Rosiade Bangun Akademi Sepakbola

7 Maret 2024 | 10:44
Apple Cash ini mirip dengan kartu debit, memungkinkan pengguna mengirim dan menerima uang melalui Apple Pay dan aplikasi Pesan. Dana dapat disimpan dan dapat dihubungkan ke rekening bank atau kartu debit lainnya untuk mentransfer uang bolak-balik

Apple Cash Akan Hadirkan Nomor Kartu Virtual Untuk Permudah Belanja Daring

13 Februari 2024 | 13:35
prabowo-cabut-izin-28-perusahaan-bencana-aceh-sumatra

Korban Meninggal Akibat Bencana Sumatera 442 Jiwa dan 402 Hilang

1 Desember 2025 | 11:11
Menurut Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong, rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi. Selain itu, pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga diprediksi tidak akan memberikan sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan turut menekan rupiah.

Rupiah Terjun Jadi Rp17.500 per Dolar AS

12 Mei 2026 | 10:38
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved