Jakarta, CoreNews.id — Nilai tukar rupiah melemah 69 poin atau 0,40 persen menjadi Rp 17.483 per dolar AS pada Selasa pagi (12/5/2026). Pada penutupan sebelumnya, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.414 per dolar AS. Pada pantauan pasar spot, kurs rupiah bahkan telah menyentuh level Rp 17.506 per dolar AS.
Menurut Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong, rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi. Selain itu, pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga diprediksi tidak akan memberikan sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan turut menekan rupiah.
“Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi bergerak pada kisaran Rp 17.350-Rp 17.500 per dolar AS,” pungkas Lukman di Jakarta, (12/5/2026).*













