Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Dramatis! Serangan AS ke Venezuela & Penculikan Maduro Terungkap: 150 Jet, 30 Menit yang Mengguncang Dunia

by Teguh Imam Suyudi
4 Januari 2026 | 20:00
in News
Nicolás Maduro

Nicolás Maduro (Foto: Wikipedia)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Amerika Serikat kembali mengguncang panggung geopolitik global. Dalam operasi militer berisiko tinggi yang disebut-sebut sebagai salah satu aksi paling berani sejak penangkapan Osama bin Laden, AS melancarkan serangan ke Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro. Dunia pun terhenyak.

Berikut kronologi lengkap bagaimana operasi ini berlangsung, dampaknya bagi warga sipil, hingga masa depan Venezuela pasca-Maduro.

Operasi Rahasia “Absolute Resolve”: Direncanakan Berbulan-bulan

Menurut laporan Al Jazeera, operasi yang dinamai “Absolute Resolve” telah dipersiapkan selama berbulan-bulan oleh militer dan intelijen AS. Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukannya bahkan berlatih di replika bangunan yang identik dengan kediaman Maduro.

Pada Jumat malam, tepat pukul 23.46 waktu setempat, Trump memberikan lampu hijau. Sekitar 150 pesawat tempur lepas landas dari 20 pangkalan udara di berbagai wilayah Belahan Barat.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyebut operasi ini hanya mungkin dilakukan oleh “penerbang paling terampil di dunia”, memanfaatkan celah cuaca yang sangat sempit.

Caracas Gelap, Ledakan Menggema

Sebagai bagian dari serangan, sistem pertahanan udara Venezuela dilumpuhkan. Trump bahkan mengklaim “lampu-lampu Caracas sebagian besar dipadamkan” berkat keunggulan teknologi AS.

Ledakan keras terdengar di ibu kota dan beberapa negara bagian seperti Miranda, Aragua, dan La Guaira. Menteri Pertahanan AS menyebutnya sebagai operasi gabungan militer dan penegakan hukum besar-besaran yang berlangsung kurang dari 30 menit.

Maduro Ditangkap, Dibawa ke AS

Pada pukul 02.01 dini hari, helikopter AS mendarat di kompleks Maduro di Caracas. Presiden Venezuela dan istrinya, Cilia Flores, kemudian ditahan. Hingga kini belum ada informasi resmi apakah terjadi baku tembak atau perlawanan.

READ  Rusia Pede, AS akan Kalah dalam Lomba Senjata

Hanya dua setengah jam kemudian, Maduro sudah berada di atas kapal induk USS Iwo Jima, sebelum diterbangkan ke New York. Trump bahkan mengunggah foto Maduro dalam keadaan dibutakan matanya di media sosial Truth Social.

Korban Jiwa dan Trauma Warga Sipil

Pemerintah Venezuela melaporkan serangan menghantam beberapa wilayah padat penduduk. Meski data resmi belum dirilis, seorang pejabat anonim mengatakan kepada The New York Times bahwa setidaknya 40 orang tewas.

Warga sipil mengalami trauma mendalam. Linda Unamumo, seorang pekerja publik, mengaku rumahnya hancur akibat ledakan.

“Saya sangat ketakutan… saya harus lari bersama anak dan keluarga ke rumah tetangga,” ujarnya.

Trump mengklaim hanya beberapa personel AS yang terluka dan tidak ada korban jiwa dari pihak AS.

Apa Selanjutnya untuk Venezuela?

Dalam konferensi pers, Trump menyatakan AS akan “mengelola Venezuela sementara waktu” hingga pemimpin baru terpilih. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan pengerahan pasukan darat.

Menariknya, Trump menolak bekerja sama dengan tokoh oposisi terkenal Maria Corina Machado, dengan alasan kurangnya dukungan internal.

Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara demi menjaga kelangsungan pemerintahan dan kedaulatan negara.

Trump menyatakan AS tidak akan menduduki Venezuela selama Rodriguez “melakukan apa yang kami inginkan.”

Dunia Menunggu Babak Baru Venezuela

Penculikan seorang kepala negara secara langsung oleh kekuatan asing memicu kecaman dan pujian di tingkat global. Legalitas operasi ini pun dipertanyakan, termasuk oleh PBB dan para pakar hukum internasional.

Satu hal pasti: Venezuela memasuki fase paling genting dalam sejarah modernnya, dan dunia kini menanti ke mana arah krisis ini akan berujung.

Sumber: Al Jazeera.com

READ  AS Rancang Pembagian Gaza Jadi Zona Hijau dan Merah, Masa Depan Rekonstruksi Kian Tak Pasti
Tags: Amerika SerikatMaduroVenezuela
Previous Post

Meledak di Awal 2026! Pelaporan SPT via Coretax Naik Ribuan Persen, DJP Ungkap Faktanya

Next Post

Trump Akan Serang Venezuela Kembali Jika Pemerintah Baru Tak Kooperatif

Next Post
Menurut Trump kembali, AS membuka peluang eskalasi intervensi militer ke negara Amerika Latin lain. Kolombia dan Meksiko berpotensi menjadi target berikut untuk menghadapi tindakan militer jika tidak menekan arus narkoba ke Amerika Serikat.

Trump Akan Serang Venezuela Kembali Jika Pemerintah Baru Tak Kooperatif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00
Acara Puncak TOP Digital Awards 2025 Digelar Hari Ini: Inovasi Cerdas Menyongsong Transformasi Digital

Acara Puncak TOP Digital Awards 2025 Digelar Hari Ini: Inovasi Cerdas Menyongsong Transformasi Digital

4 Desember 2025 | 06:00

POPULER

kuhp-kuhap-baru-berlaku-2-januari-2026

Resmi Berlaku! KUHP dan KUHAP Baru Efektif Mulai 2 Januari 2026, Ini Pasal-Pasal yang Paling Disorot

1 Januari 2026 | 10:00
film-check-out-sekarang-pay-later-soroti-konsumerisme-gen-z

Checkout Dulu, Bayar Nanti! Film Ini Bongkar Sisi Gelap Gaya Hidup Gen Z

6 Januari 2026 | 19:00
UOB Indonesia dicatat telah menunjuk BRI Danareksa Sekuritas, Indopremier Sekuritas dan Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Sementara, Bank Mandiri akan menjadi wali amanat dari penerbitan surat utang ini

UOB Indonesia Akan Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar Dengan Tingkat Bunga 6,50% Pertahun

6 Januari 2026 | 16:21
rekap-manajer-liga-inggris-dipecat-musim-2025-26

Belum Setengah Musim, 6 Manajer Liga Inggris Sudah Tumbang! Ini Daftar Lengkap Korbannya

6 Januari 2026 | 18:00
10-lagu-indonesia-viral-2025

10 Lagu Indonesia yang Viral Sepanjang 2025, Nomor 1 Paling Banyak Diputar di Spotify!

27 Desember 2025 | 09:00
Menurut BNI, pengalihan saham tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 yang mengatur kepemilikan saham negara melalui Kepala BP BUMN sebesar 1% pada BUMN, termasuk BNI. Adapun nilai transaksi pengalihan saham yang ditetapkan berdasarkan nilai buku, yaitu sebesar Rp839,18 miliar. Nilai tersebut masih bersifat sementara dan akan ditetapkan secara definitif berdasarkan keputusan Kepala BP BUMN.

Saham Seri B Milik Danantara Dialihkan ke BP BUMN

7 Januari 2026 | 16:43
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved