Jakarta, CoreNews.id — Groundbreaking lima titik proyek hilirisasi akan dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada awal Februari 2026. Nilai proyek hilirisasi tersebut, dicatat sebesar Rp 100 triliun.
Hal ini disampaikan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya di Jakarta (4/1/2025). Menurut Teddy, rencana groundbreaking lima titik proyek hilirisasi tersebut, dilaporkan langsung oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor (4/1/2026) sore.
Selain itu, BPI Danantara juga membahas perkembangan Projects Waste to Energy (Penertiban Pengelolaan Sampah) yang berfokus pada penertiban pengelolaan sampah. Pemerintah dicatat menaruh perhatian besar pada program tersebut karena dinilai mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai tambah ekonomi.*













