Jakarta, CoreNews.id — Indonesia berhasil meraih swasembada beras di tahun 2025 dengan catatan stok tertinggi dalam sejarah. Ada 3 indikatornya. Pertama. Indonesia sama sekali tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025. Kedua. Angka produksi nasional melampaui tingkat konsumsi. Ketiga. Stok di gudang Bulog sangat kuat, yakni menembus angka lebih dari 3 juta ton pada akhir tahun.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa di Jakarta (6/1/2026). Menurut Ketut, pencapaian tersebut melampaui standar Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), yang menyebut suatu negara tetap dikategorikan swasembada meski mengimpor, asalkan jumlahnya di bawah 10 persen dari total kebutuhan nasional.
Menurut Ketut kembali, berdasarkan data BPS produksi beras Indonesia di tahun 2025 menembus 34 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi sekitar 31 juta ton. Ada surplus 3 juta ton. Berkat surplus yang signifikan tersebut, Indonesia memasuki awal tahun 2026 dengan total stok beras nasional mencapai 12,529 juta ton. Dengan kebutuhan bulanan sekitar 2,5 juta ton, stok 12,5 juta ton tersebut memberikan fondasi yang sangat kuat bagi ketahanan pangan Indonesia di awal tahun.*













