Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Ratusan Rektor Teken Kontrak Kinerja 2026, Kampus Siap Tancap Gas Bikin Dampak Nyata!

by Teguh Imam Suyudi
6 Januari 2026 | 20:00
in Humaniora
ratusan-rektor-teken-kontrak-kinerja-kampus-berdampak-2026

Kampus Berdampak (Foto: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, Corenews.id – Ratusan pimpinan perguruan tinggi dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) resmi menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026. Langkah ini jadi penanda kuat bahwa kampus-kampus di Indonesia siap bergerak seirama untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Penandatanganan kontrak kinerja tersebut berlangsung pada Senin (5/1/2026) dan disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Kampus Bukan Sekadar Menara Gading

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Brian Yuliarto menegaskan bahwa kontrak kinerja ini bukan sekadar dokumen administratif. Lebih dari itu, kontrak menjadi panduan bersama agar seluruh perguruan tinggi bergerak dalam irama yang sama.

“Kita punya peran masing-masing untuk berjuang lebih keras lagi dalam melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan melakukan hilirisasi penelitian. Dengan kebersamaan, kita bisa membentuk satu orkestra nasional yang saling mengisi dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mendiktisaintek, Indonesia punya kekuatan strategis besar melalui sumber daya manusia (SDM) di kampus. Potensi tersebut harus dikelola secara konsisten dan berintegritas agar mampu melahirkan SDM unggul, riset yang kuat, serta inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dosen Jadi Garda Terdepan

Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada peran dosen sebagai ujung tombak lahirnya talenta masa depan. Selain menjaga mutu pendidikan, perguruan tinggi diminta terus berani melakukan terobosan.

Upaya peningkatan kesejahteraan dosen pun ikut didorong, termasuk melalui insentif riset dan penguatan ekosistem penelitian agar iklim akademik semakin produktif.

“Indonesia memiliki lebih dari 4.400 perguruan tinggi, 300 ribu lebih dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa. Dampak ekonomi, sosial, hingga lingkungan dari aktivitas kampus sangat besar dan harus terus diperkuat agar menghasilkan multiplier effect,” kata Brian.

READ  Citadel Luncurkan UmHajGo: Aplikasi AI yang Siap Mengguncang Ekosistem Haji-Umrah Digital

Riset Harus Nyambung dengan Kebutuhan Nyata

Dalam penguatan riset, Kemdiktisaintek mendorong skema pendanaan yang lebih berkeadilan. Salah satunya lewat kebijakan honorarium peneliti hingga maksimal 25 persen dari dana hibah penelitian APBN DIPA Kemdiktisaintek.

Kebijakan ini diharapkan membuat riset di kampus tidak hanya banyak di atas kertas, tetapi juga menjawab persoalan nyata dan berkontribusi pada kebangkitan industri berbasis sains dan teknologi.

Arah Baru Kampus Menuju Indonesia Emas 2045

Diketahui, skema kontrak kinerja disesuaikan antara PTN dan PTS. Penandatanganan ini mencakup komitmen peningkatan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi, penguatan riset dan inovasi, serta kontribusi aktif kampus dalam mendukung pembangunan nasional.

Ke depan, kontrak kinerja dan arahan tersebut akan menjadi landasan utama pelaksanaan program strategis di masing-masing perguruan tinggi. Targetnya jelas: kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga benar-benar berdampak bagi bangsa dan negara.

Tags: Indonesia Emas 2045Kampus BerdampakRiset Dan Inovasi
Previous Post

Checkout Dulu, Bayar Nanti! Film Ini Bongkar Sisi Gelap Gaya Hidup Gen Z

Next Post

KPK Pastikan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Segera Diumumkan

Next Post
Kabar Gembira, Kini Jemaah Haji Bisa Pulang Lebih Cepat

KPK Pastikan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Segera Diumumkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

Kwik Kian Gie

Wafat di Usia 90, Ini 6 Warisan Pemikiran Kwik Kian Gie yang Masih Menginspirasi

29 Juli 2025 | 16:40
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
net-buy-asing-ihsg-rekor-saham-diborong

Net Buy Asing Tembus Rp 4,46 Triliun, Ini 10 Saham Paling Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

16 Januari 2026 | 21:00
waspadai-akhir-zaman-4-pesan-rasulullah-saw

Waspadai Akhir Zaman, Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW

25 Juli 2025 | 09:00
skandal-dsi-ponzi-berkedok-syariah

Skandal DSI: Ponzi Berkedok Syariah

15 Januari 2026 | 22:00
Menurut Billy, kakao dan kopi memiliki keunggulan ekologis dibanding komoditas lain karena tidak mendorong pembabatan hutan yang menyebabkan homogenisasi hutan. Sistem tanamnya pun, masih mempertahankan tutupan hutan. Sehingga, masih ada shade tree dan tanamannya bisa berada di antara hutan produksi, tidak menjadi monokultur.

Pembangunan Ekonomi Papua Seharusnya Bertumpu pada Kakao dan Kopi Bukan Sawit

17 Januari 2026 | 13:29
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved