Jakarta, CoreNews.id – Peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum strategis bagi kedaulatan energi Indonesia. Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menyebut proyek ini menandai kembalinya peran negara dalam menguasai sektor energi setelah sempat dililit persoalan biaya, keterlambatan, hingga ancaman arbitrase internasional.
“Kondisi itu membuat proyek hampir kehilangan arah. Padahal sejak awal RDMP Balikpapan dirancang sebagai tulang punggung kemandirian energi nasional,” ujar Trubus. Ia menilai langkah tegas Presiden Prabowo mengembalikan kepastian kebijakan membuat proyek kembali pada jalurnya.
Secara teknis, RDMP Balikpapan memiliki kapasitas 360 ribu barel per hari dan menghasilkan BBM berstandar Euro 5 serta produk petrokimia bernilai tambah. Menurut Trubus, “Kombinasi RDMP Balikpapan dan kebijakan biodiesel B35 hingga B40 membuka peluang Indonesia lepas dari impor solar mulai 2026.” Keberhasilan ini dinilai memperkuat kedaulatan energi nasional.













