Jakarta, CoreNews.id – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat menegaskan penutupan sementara seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani bukanlah larangan, melainkan langkah perlindungan bagi keselamatan pendaki dan kelestarian kawasan. Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan mengatakan musim hujan awal 2026 meningkatkan risiko jalur licin, kabut tebal, hingga aliran air yang menutup lintasan.
“Penutupan sementara ini untuk keselamatan dan untuk masa depan Rinjani itu sendiri,” ujar Budhy, Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan risiko hipotermia dan kecelakaan meningkat signifikan sehingga keselamatan menjadi prioritas utama. Selain itu, masa penutupan memberi ruang bagi tanah, vegetasi, dan satwa untuk pulih dari tekanan aktivitas manusia.
Penutupan berlaku 1 Januari hingga 31 Maret 2026 untuk seluruh jalur, termasuk Senaru, Sembalun, Torean, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik. Selama periode ini dilakukan perbaikan jalur dan evaluasi pengelolaan agar Rinjani lebih aman saat dibuka kembali.












