Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Tahun 2026 Jadi Momentum Transformasi Indonesia Menjadi Produsen Kendaraan Listrik Global

by Irawan Djoko Nugroho
15 Januari 2026 | 10:46
in Tekno
Menurut Kholid, kondisi ekonomi makro saat ini diharapkan dapat terus stabil agar mendukung tren industrialisasi ini semakin baik. Jika daya beli masyarakat terjaga, permintaan akan tetap tumbuh, dana akan memperkuat industri hulu hingga hilir yang menjadi penopang dari kendaraan listrik.

Ilustrasi: Baterai EV. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Pada akhir tahun 2025, sejumlah insentif impor berakhir. Insentif impor selanjutnya hanya dialokasikan bagi produsen yang memiliki komitmen manufaktur di Indonesia. Dicatat ada tujuh pabrikan yang membangun fasilitas produksi lokal, yaitu VinFast, Volkswagen (VW), BYD, Citroen, AION, Maxus, dan Geely. Berakhirnya subsidi impor tersebut, menjadi momentum Transformasi Indonesia menjadi salah satu produsen kendaraan listrik global.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Center of Energy Policy (CEP), Kholid Syeirozi di Jakarta, (15/01/2026). Menurut Kholid, kondisi ekonomi makro saat ini diharapkan dapat terus stabil agar mendukung tren industrialisasi ini semakin baik. Jika daya beli masyarakat terjaga, permintaan akan tetap tumbuh, dana akan memperkuat industri hulu hingga hilir yang menjadi penopang dari kendaraan listrik.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) Anggota dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus memperkuat integrasi ekosistem baterai kendaraan listrik. Salah satunya melalui proyek konsorsium ANTAM–IBC–CBL di Halmahera Timur dan Karawang.

Terkait hal tersebut pula, Head of Transportation and Sustainable Mobility Institute for Essential Services Reform (IESR) Faris Adnan menegaskan bila keberadaan pabrik baterai domestik merupakan syarat mutlak terbentuknya ekosistem EV nasional. Agar produk baterai Indonesia kompetitif di pasar global, penerapan standar Initiative for Responsible Mining Assurance menjadi bagian paling utama, terlebih Eropa akan memberlakukan kebijakan “paspor baterai” pada 2030.*

READ  BSSN Gelar Gerakan Nasional SIAP #JagaRuangSiber
Tags: Faris AdnanIndonesia Battery CorporationKholid Syeirozi
Previous Post

Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Murah, Disabilitas Terbantu

Next Post

Indonesia Darurat 100 Ribu Doktor

Next Post
Menurut Prasetyo, pemerintah juga mengajak rektor dan guru besar ikut memikirkan masalah pendidikan, termasuk meningkatkan kualitas kampus. Baik dosennya, sarana prasarananya, termasuk bagaimana bisa mengurangi beban operasional di setiap perguruan-perguruan tinggi negeri.

Indonesia Darurat 100 Ribu Doktor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

11 Februari 2025 | 18:19
ojk-nilai-rekening-massal-strategis-perkuat-literasi-keuangan

OJK Nilai Rekening Massal Strategis Perkuat Literasi Keuangan

13 September 2026 | 12:00
Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

Profil Singkat Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:59
suplemen-berbahaya-jantung

Jangan Asal Minum! 6 Suplemen Ini Ternyata Bisa Ancam Kesehatan Jantung

22 Februari 2026 | 21:00
Hadits Rasullulah tentang 7 Lapis Bumi Terbukti Oleh Sains

Hadits Rasullulah tentang 7 Lapis Bumi Terbukti Oleh Sains

31 Agustus 2023 | 13:13
Berdasar Laporan yang diterbitkan DinarStandard, ekonomi Islam global kini memasuki fase pertumbuhan baru. Bila sebelumnya pertumbuhan lebih banyak ditopang oleh meningkatnya permintaan konsumen Muslim, kini fokus mulai bergeser pada penguatan rantai pasok halal, standardisasi, infrastruktur kepercayaan digital, serta pembiayaan syariah. Dan dalam salah satu kesimpulan SGIE 2025/2026 sebagaimana dikutip, (3/6/2026), daya saing ekonomi Islam masa depan akan dibentuk oleh integrasi standar, pembiayaan syariah, perdagangan, dan inovasi.

Indonesia Turun Peringkat dalam Daftar Ekonomi Islam Global, Jadi yang Keempat

3 Juni 2026 | 11:05
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved