Jakarta, CoreNews.id – Clare Binns, pimpinan jaringan bioskop terkemuka Picturehouse Cinemas, menyatakan bahwa tren durasi film yang panjang sudah tidak lagi sesuai dengan kebiasaan penonton modern. Dalam pernyataannya, ia menyerukan agar film-film Hollywood dibuat lebih singkat.
“Saya sampaikan pada produser: ‘Film dibuat untuk penonton, bukan untuk sutradara’. Banyak film bisa dipangkas 20 menit,” kata Binns, seperti dilansir NME.
Ia mencontohkan film-film terkini seperti Avatar: Fire And Ash (3 jam 15 menit), Marty Supreme (2 jam 29 menit), dan beberapa blockbuster lain yang durasinya melampaui 2,5 jam. Dengan tambahan iklan dan trailer, penonton bisa menghabiskan hampir tiga jam di bioskop.
Menurut Binns, durasi panjang membatasi jumlah penayangan, terutama di sesi malam. “Itu berarti hanya ada satu jadwal tayang malam. Ini harus jadi peringatan. Penonton harus nyaman dengan komitmen waktu yang diminta,” tegasnya.
Namun, ia melihat secercah harapan. Hubungan antara bioskop dan layanan streaming kini dinilai lebih kolaboratif. “Kami mulai bekerja sama untuk membawa kembali penonton ke bioskop,” ujar Binns, menyebut kondisi industri kini jauh lebih baik daripada dua tahun lalu.












