Jakarta, CoreNews.id – Merespon tingginya angka pernikahan anak di Indonesia, Lulita Sauman Nur Fajriah, penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025, mengambil langkah nyata. Ia menginisiasi proyek komunitas WANOJA (Wani Nenjo Jaman) di Ciwidey, Jawa Barat, untuk memberdayakan remaja perempuan.
Program ini membekali 50 remaja usia 15-19 tahun dengan keterampilan praktis menjadi eco-tour guide atau pemandu wisata ramah lingkungan. Tujuannya, membuka peluang ekonomi sekaligus mendukung pencegahan pernikahan dini melalui kemandirian finansial.
“Kami bangga dukung inisiatif Lulita. Ini selaras dengan prinsip Inclusive Green Growth kami untuk tumbuh bersama masyarakat,” ujar Pattaraphon Charttongkum, President Director SCG Indonesia, 26/1/2026.
Sejak September 2025, WANOJA memberikan pelatihan bahasa Inggris praktis dan lokakarya ekowisata. Puncaknya, para remaja tersebut berhasil memandu 20 wisatawan asing di Situ Awi, Ciwidey, pada 24 Januari 2026, didukung penuh oleh pemerintah setempat.
“Harapan kami, langkah kecil ini bisa ciptakan dampak besar: generasi muda mandiri dan angka pernikahan dini yang turun,” pungkas Lulita.













