Jakarta, CoreNews.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 401,15 poin atau 4,82 persen ke level 7.928,45. pada Senin (2/2/2026) hingga pukul 10.26 WIB. Sebelumnya pada pekan lalu, IHSG telah melemah sekitar 6,94 persen ke posisi 8.329. Pada masa itu, investor asing mencatatkan penjualan bersih di pasar reguler mencapai Rp 15,7 triliun.
Pelemahan signifikan tersebut, menurut Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan di Jakarta (2/2/2026), terdorong oleh adanya sentimen global dan domestik yang benar-benar menekan market dalam negeri. Dari global, pasar mencermati ketidakpastian terkait isu Greenland Trade War menyusul pernyataan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dari dalam negeri, sentimen MSCI turut menekan pasar setelah lembaga tersebut mengumumkan interim freeze dan mengancam penurunan bobot saham Indonesia serta status pasar jika transparansi tidak membaik hingga Mei 2026. David kemudian menilai, dinamika tersebut berpotensi terus memengaruhi pergerakan IHSG, seiring menanti rilis data pertumbuhan ekonomi 2025 dan respons pasar terhadap pergantian kepemimpinan di Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.*













