Jakarta, CoreNews.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatiran para pemimpin dunia terhadap potensi pecahnya Perang Dunia III yang melibatkan penggunaan senjata nuklir. Kekhawatiran tersebut mencuat saat dirinya bertemu sejumlah kepala negara dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Januari lalu.
“Saya baru pulang dari Eropa, saya ketemu tokoh-tokoh dunia, saya hadir di Davos. Hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia ke III,” kata Presiden Prabowo saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Menurut Kepala Negara, ancaman perang nuklir akan berdampak global, termasuk bagi Indonesia meski tidak terlibat langsung. Ia mencontohkan potensi hujan partikel radioaktif dan fenomena nuclear winter akibat debu nuklir yang menutupi sinar matahari dalam jangka panjang. “Para ahli mengatakan winternya itu bisa puluhan tahun. Ini yang dibicarakan dunia,” ujarnya.
Di tengah ancaman tersebut, Presiden menegaskan Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada blok atau pakta militer mana pun. “Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” tegas Prabowo.













