Jakarta, CoreNews.id – Berdoa merupakan amal saleh yang sangat dianjurkan dalam Islam. Seusai mendirikan shalat, umat Muslim lazim melantunkan zikir dan doa sebagai wujud penghambaan sekaligus pengharapan agar segala kebutuhan dan keinginan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dalam khazanah literatur klasik Islam, terdapat doa yang singkat namun sarat makna. Doa ini tercantum dalam kitab Bidayatul Hidayah karya Imam al-Ghazali. Disebutkan, redaksi doa tersebut diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Ummul Mukminin Aisyah RA.
Doa ini dipandang ringkas, tetapi mencakup permohonan kebaikan secara menyeluruh sekaligus perlindungan dari segala bentuk keburukan, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui oleh manusia.
Teks Doa
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُك مِن الْخَيْرِ كُلِّهِ ، عَاجِلْه وَآجِلُه ، مَا عَلِمْت مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَم، وَأَعُوذُ بِك مِن الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجَلَهُ وَآجِلُهُ ، مَا عَلِمْت مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ ، وَأَسْأَلُك الْجَنَّةَ وَمَا يقَرب إلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ أو نية أَوْ اعْتِقَادٍ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّارِ وَمَا يقَرب إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ أَوْ نية أو اعْتِقَادٍ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
وَأَعُوذُ بِكَ مِن الشَّرِّ مااسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ وَمَا قَضَيْتَ لِي مِنْ أَمْرٍ فَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ رُشْدًا
Latin
Allahumma inni as’aluka minal khairi kullihi, ‘ajilihi wa ajilihi, ma ‘alimtu minhu wa ma lam a’lam; wa a’udzubika minasy syarri kullihi ‘ajilihi wa ajilihi, ma ‘alimtu minhu wa ma lam a’lam.
Wa as’alukal jannata wa ma yuqarribu ilaiha min qaulin au ‘amalin au niyyatin au i’tiqadin; wa a’udzubika minan naari wa ma yuqarribu ilaiha min qaulin au ‘amalin au niyyatin au i’tiqadin.
Wa as’aluka min khairi ma sa’alaka minhu ‘abduka wa nabiyyuka Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Wa a’udzubika min syarri ma ista’adzaka minhu ‘abduka wa nabiyyuka Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allahumma wa ma qadhaita li min amrin faj’al ‘aqibatahu rusydan.
Arti Doa
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu segala kebaikan, baik yang segera maupun yang akan datang, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui.
Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan, baik yang segera maupun yang akan datang, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui.
Aku memohon kepada-Mu surga dan segala yang mendekatkan kepadanya, baik berupa ucapan, perbuatan, niat, maupun keyakinan.
Aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala yang mendekatkan kepadanya, baik berupa ucapan, perbuatan, niat, maupun keyakinan.
Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohonkan oleh hamba dan Nabi-Mu, Muhammad SAW.
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang darinya hamba dan Nabi-Mu, Muhammad SAW berlindung.
Ya Allah, apa pun yang Engkau tetapkan bagiku, jadikanlah akibatnya sebagai kebaikan.”
Doa yang Mencakup Segalanya
Jika dicermati, doa ini tidak hanya berisi permintaan kebaikan dunia dan akhirat. Lebih dari itu, doa ini mengajarkan sikap tawakal dan kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam mengetahui mana yang benar-benar baik dan mana yang buruk baginya.
Dengan memohon kebaikan yang diketahui maupun tidak diketahui, seorang Muslim menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Allah SWT. Demikian pula ketika memohon agar setiap ketetapan berujung pada kebaikan, doa ini menanamkan optimisme dan husnuzan terhadap takdir Ilahi.
Doa ringkas ini dapat diamalkan setelah shalat fardhu maupun dalam kesempatan lain. Kandungannya yang komprehensif menjadikannya salah satu doa yang dianjurkan untuk rutin dibaca dalam kehidupan sehari-hari.













