Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Waspada, Ini Modus Kejahatan Keuangan Digital

by Teguh Imam Suyudi
6 Februari 2026 | 19:00
in Tekno
waspada-modus-kejahatan-keuangan-digital-2025

Ilustrasi Kejahatan Keuangan Digital dibuat oleh ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Seiring percepatan digitalisasi layanan industri keuangan, risiko kejahatan di sektor ini juga meningkat. Transformasi pembayaran yang semakin cepat ternyata diikuti evolusi modus pelaku kejahatan yang kian kompleks dan sulit dideteksi.

Temuan tersebut dipaparkan dalam laporan terbaru Visa bertajuk Biannual Threats Report: Five Forces Reshaping Payment Security in 2025. Laporan itu menyoroti bagaimana lanskap keamanan pembayaran global berubah drastis, termasuk di kawasan Asia Pasifik.

Head of Risk Regional Southeast Asia Visa Abdul Rahim menuturkan, tantangan di Asia Pasifik relatif lebih besar dibandingkan kawasan lain. Pasalnya, metode pembayaran di kawasan ini jauh lebih beragam dan terfragmentasi.

“Di negara lain, masih banyak pengguna kartu untuk pembayaran. Tapi di Asia Pasifik lebih terfragmentasi, ada banyak metode pembayaran,” ujar Rahim, 4/2/2026.

Keragaman tersebut membuat pelaku industri keuangan harus memiliki lebih banyak pendekatan untuk mendeteksi potensi kejahatan. Setiap instrumen pembayaran membutuhkan protokol perlindungan yang berbeda, sehingga sistem keamanan harus dirancang lebih adaptif.

Infrastruktur Kejahatan Berskala Industri

Visa menemukan, jaringan kriminal kini tidak lagi beroperasi secara sederhana. Mereka menggunakan infrastruktur sistematis berskala industri, mulai dari botnet, skrip otomatis, hingga alat berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dalam laporan tersebut disebutkan, pelaku kejahatan memanfaatkan AI untuk menciptakan berbagai konten palsu yang tampak meyakinkan. Mulai dari situs merchant palsu, identitas fiktif, agen layanan pelanggan gadungan, hingga dokumen kepatuhan palsu yang sulit dibedakan dari yang asli.

Kondisi ini membuat metode mitigasi tradisional yang mengandalkan pemeriksaan visual menjadi kurang efektif. Teknologi manipulasi digital kini mampu menghasilkan tampilan yang nyaris sempurna.

Menyerang Emosi dan Perilaku Nasabah

Tak hanya memanfaatkan teknologi, pelaku kejahatan juga menyasar sisi psikologis korban. Penipuan berbasis percintaan (romance scam) dan investasi bodong menjadi contoh nyata.

READ  Tindakan yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Salah Transfer Pinjaman Online Ilegal

Dalam kasus tersebut, pelaku mengeksploitasi emosi, rasa percaya, bahkan keserakahan korban untuk memperoleh keuntungan finansial. Serangan semacam ini tidak hanya memanfaatkan celah sistem, tetapi juga kelemahan perilaku manusia.

“Para penipu sebenarnya menyerang perilaku manusia. Jadi penting bagi industri untuk berkolaborasi dalam melanjutkan kampanye edukasi pelanggan untuk mengingatkan konsumen tentang semua faktor serangan baru ini,” kata Rahim.

Melawan AI dengan AI

Untuk menghadapi ancaman tersebut, industri keuangan dinilai perlu meningkatkan kemampuan teknologinya. Pendekatan konvensional dinilai tidak lagi memadai.

“Pada dasarnya kita perlu melawan AI dengan AI,” ujar Rahim.

Di Visa, AI disebut telah menjadi fondasi utama dalam mitigasi penipuan. Model kecerdasan buatan yang dikembangkan menganalisis ratusan sinyal secara real-time guna mengidentifikasi potensi transaksi mencurigakan sebelum kerugian terjadi.

Model tersebut membantu institusi keuangan mendeteksi pola anomali secara cepat dan presisi, sekaligus memperkecil risiko kerugian nasabah.

Dengan meningkatnya kecanggihan pelaku kejahatan, kolaborasi antara industri, regulator, dan masyarakat menjadi kunci. Selain penguatan teknologi, literasi keuangan digital bagi masyarakat luas juga menjadi benteng pertahanan penting agar nasabah tidak mudah terjebak dalam berbagai modus penipuan baru.

Tags: Keamanan FinansialKejahatan DigitalLiterasi KeuanganWaspada Penipuan
Previous Post

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Usai Drama

Next Post

Doa Ringkas Memohon Kebaikan dan Perlindungan Allah

Next Post
doa-ringkas-memohon-kebaikan-dan-perlindungan

Doa Ringkas Memohon Kebaikan dan Perlindungan Allah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00
Moratelindo Transformasi Digital TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 06:00

POPULER

hp-elevate-2026-ai-pc-indonesia

HP Perkenalkan AI PC dan Solusi Future of Work di HP Elevate 2026, Siap Percepat Transformasi Digital Indonesia

26 Juni 2026 | 09:00
Kereta Cepat Whoosh Siapkan Fasilitas Lengkap Demi Kenyamanan dan Keamanan Penumpang

KCIC Catat 311 Ribu Penumpang Whoosh Saat Lebaran 2026

31 Maret 2026 | 16:53
piala dunia

Tujuh Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Turki dan Qatar Angkat Koper

26 Juni 2026 | 17:00
rupiah-tembus-rp-16877-bi-buka-suara

Rupiah Kembali Terperosok ke Rp 17.980 per Dolar AS

26 Juni 2026 | 10:56
Melalui fatwa tersebut pula, Fatwa MUI merekomendasikan untuk menghukum berat terhadap pelaku sodomi, lesbi, gay, serta aktivitas seks menyimpang lainnya yang dapat berfungsi sebagai zawajir dan mawani, (membuat pelaku menjadi jera dan orang yang belum melakukan menjadi takut untuk melakukannya).

Pemerintah Dilarang Legalkan Komunitas LGBT

26 Juni 2026 | 11:21
indonesia-dibantai-jepang-0-6-kualifikasi-piala-dunia-2026

Laga Akhir Grup E  PD 2026: Ekuador Menang Dramatis 2-1 Atas Jerman, Pantai Gading Kalahkan Curacao 2-0

26 Juni 2026 | 15:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved