Jakarta, CoreNews.id – Ukraina dan Rusia melakukan pertukaran tahanan setelah dua hari pembicaraan perdamaian yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sebanyak 157 warga Ukraina dipulangkan, termasuk tujuh warga sipil, dalam pertukaran pertama sejak empat bulan terakhir, dilaporkan BBC News, Jumat (6/2/2026).
Dalam kesepakatan yang sama, Rusia juga memulangkan 157 tentaranya. Pertukaran ini melibatkan tim dari Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat. Meski demikian, belum ada terobosan signifikan dalam pembicaraan damai tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut proses negosiasi tidak mudah dan berharap hasil konkret dapat dicapai lebih cepat. Ia menegaskan komitmennya memulangkan seluruh warga Ukraina yang masih ditahan, sebagian di antaranya sejak 2022.
“Pembicaraan ini tidak mudah,” ujar Zelenskyy.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan para tawanan perang yang dipulangkan berasal dari wilayah Kursk bagian barat, yang sempat diduduki pasukan Ukraina pada 2024–2025.
Pembicaraan Abu Dhabi merupakan bagian dari upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang. Negosiasi dipimpin utusan khusus Steve Witkoff bersama Jared Kushner. Isu wilayah Donbas dan jaminan keamanan Ukraina masih menjadi hambatan utama.













