Jakarta, CoreNews.id — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggelar BNI Market Outlook 2026. Forum ini menjadi wadah dialog antara regulator, perbankan, dan pelaku industri untuk menyelaraskan strategi menghadapi dinamika pasar dan risiko siber. Ia diharap dapat memberikan insight bernilai, memperluas perspektif, serta semakin memperkuat sinergi antara regulator, perbankan, dan pelaku industri pasar modal.
Hal tersebut disampaikan Direktur Treasury & International Banking BNI Abu Santosa Sudradjat di Jakarta, (10/2/2026). Menurut Abu Santosa kembali, kegiatan yang bertema ‘Wonderful Breakthrough & Cybersecurity’ tersebut, dihadiri perwakilan Self-Regulatory Organization (SRO) yakni Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, serta manajemen dari 14 Perusahaan Efek (PE) yang merupakan nasabah BNI.
Salah satu agenda utama BNI Market Outlook 2026 adalah panel diskusi pembaruan keamanan dan regulasi siber yang menghadirkan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI Dharma Setyadi, serta Direktur Information & Technology BNI Toto Prasetio.
Selain itu dari sisi perbankan, BNI dicatat memiliki kesiapan infrastruktur digital melalui BNI API Digital Services sebagai penyedia layanan teknologi bagi ekosistem pasar modal. Dukungan ini mencakup peran BNI sebagai Bank Mitra Rekening Dana Nasabah (RDN) bagi Perusahaan Efek, dengan sistem yang dirancang aman, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan industri.*













