Jakarta, CoreNews.id – OpenAI mengumumkan jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT telah menembus 900 juta orang secara global. Angka tersebut meningkat sekitar 100 juta pengguna dibandingkan laporan Oktober 2025 yang mencatat 800 juta pengguna aktif mingguan.
Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) tersebut juga mencatat pencapaian baru dengan total 50 juta pelanggan layanan berbayar. OpenAI menyebut pertumbuhan pelanggan mengalami lonjakan signifikan sejak awal tahun 2026.
Dalam pernyataan resminya, 1/3/2026, OpenAI mengungkapkan Januari dan Februari menjadi periode dengan penambahan pelanggan baru terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Momentum ini menunjukkan meningkatnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor.
ChatGPT kini digunakan secara luas untuk kebutuhan belajar, menulis, perencanaan pekerjaan, hingga pengembangan proyek digital. OpenAI menyatakan peningkatan skala penggunaan turut mendorong respons sistem yang lebih cepat, keandalan layanan lebih tinggi, serta standar performa dan keamanan yang semakin konsisten.
Pengumuman tersebut juga bertepatan dengan keberhasilan OpenAI menghimpun pendanaan swasta senilai 110 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,83 kuadriliun. Pendanaan ini disebut sebagai salah satu putaran investasi terbesar dalam sejarah perusahaan tertutup.
Investasi tersebut mencakup kontribusi 50 miliar dolar AS dari Amazon, serta masing-masing 30 miliar dolar AS dari Nvidia dan SoftBank. Valuasi pra-pendanaan OpenAI dilaporkan mencapai 730 miliar dolar AS atau sekitar Rp12,27 kuadriliun, dengan peluang tambahan investor lain masih terbuka.
Lonjakan pengguna dan investasi besar ini menegaskan posisi ChatGPT sebagai salah satu platform AI paling dominan di dunia saat ini.












