Jakarta, CoreNews.id – Jumlah investor saham di Indonesia terus meningkat. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat dari lebih dari 20 juta Single Investor Identification (SID), sekitar 8,46 juta merupakan investor saham, atau tumbuh 32,6 persen secara tahunan.
Kenaikan ini menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap investasi saham di pasar modal. Seiring dengan itu, kebutuhan akan pemahaman fundamental emiten juga semakin penting agar investor dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Fifi Virgantria, mengatakan investor kini semakin mengandalkan data dan analisis dalam berinvestasi.
“Karena itu kami menghadirkan program yang memberi pemahaman menyeluruh agar keputusan investasi didasarkan pada fundamental yang kuat dan perspektif jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 9 Maret 2026.
Sebagai bagian dari edukasi pasar, BRIDS menggelar program Emiten Visit ke PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA). Melalui kegiatan ini, nasabah prioritas dapat berdialog langsung dengan manajemen serta melihat operasional kawasan wisata Ancol.
Direktur Keuangan PJAA Daniel Nainggolan mengatakan komunikasi langsung dengan investor penting untuk membangun kepercayaan pasar dan meningkatkan transparansi perusahaan.
Sepanjang 2025, PJAA mencatat pendapatan Rp1,12 triliun dengan laba bersih Rp180,19 miliar dan total aset Rp3,63 triliun. Perusahaan juga mempertahankan peringkat kredit idA+ dari PEFINDO.
BRIDS menilai program Emiten Visit bertujuan memperkuat pemahaman investor terhadap fundamental perusahaan sekaligus meningkatkan literasi investasi di pasar saham Indonesia.













