Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

APLN Raup Pendapatan Rp3,57 Triliun

by Teguh Imam Suyudi
18 Maret 2026 | 12:00
in Bisnis
apln-pendapatan-2025

Plaza Kenari Mas (Gambar: Dok. APLN)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,57 triliun sepanjang 2025. Capaian ini menunjukkan kinerja operasional yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Corporate Secretary APLN Justini Omas mengatakan kinerja tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan. Menurut dia, kombinasi antara pengembangan proyek properti dan pengelolaan aset komersial menjadi penopang utama pertumbuhan.

“Kami terus mengoptimalkan setiap aset agar dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Beberapa proyek properti juga mengalami peningkatan nilai yang signifikan,” ujar Justini dalam keterangan resmi, Rabu, 18 Maret 2026.

Sepanjang 2025, APLN mencatat pengakuan penjualan sebesar Rp2,21 triliun. Penjualan rumah tinggal menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,06 triliun. Angka ini disusul oleh penjualan apartemen sebesar Rp588,18 miliar dan penjualan tanah Rp247,18 miliar.

Di segmen properti komersial, penjualan rumah toko (ruko) tercatat mencapai Rp243,49 miliar. Kinerja ini menunjukkan permintaan yang masih stabil pada sektor properti, khususnya di segmen hunian dan komersial.

Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) mencapai Rp1,36 triliun. Pendapatan ini berasal dari bisnis hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta lini usaha lainnya. APLN mengoperasikan sejumlah hotel dan pusat perbelanjaan di berbagai kota besar di Indonesia, yang menjadi sumber pemasukan stabil bagi perusahaan.

Di sisi profitabilitas, APLN mencatat laba kotor sebesar Rp1,47 triliun, menurun dibandingkan Rp2,44 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh adanya penjualan aset hotel pada 2024 yang tidak berulang di tahun berikutnya.

Adapun nilai marketing sales sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp1,41 triliun. Angka ini berasal dari sejumlah proyek unggulan yang dikembangkan perseroan di berbagai wilayah.

READ  Program MBG Meningkatkan PDB

Ke depan, APLN berencana memperkuat strategi pengembangan proyek yang sesuai dengan kebutuhan pasar, terutama di segmen hunian menengah dan kawasan terpadu.

“Kami melihat kebutuhan hunian di segmen menengah masih tinggi. Perseroan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan memastikan setiap proyek memberikan nilai tambah,” kata Justini.

Tags: APLNEkonomi IndonesiaProperti Indonesia
Previous Post

Malaysia Keluar dari Perjanjian Dagang dengan AS Versi Trump

Next Post

DPLK dan DPPK Jiwasraya Resmi Dibubarkan

Next Post
Seperti misalnya, untuk DPPK Jiwasraya, penyelesaian aset dana pensiun dilakukan melalui pembayaran manfaat pensiun peserta sesuai hasil valuasi aktuaria dan laporan keuangan audited per tanggal efektif pembubaran. Dan untuk DPLK, kewajiban akan diselesaikan dengan mengalihkan portofolio ke DPLK lain yang dipilih oleh pemberi kerja atau kelompok peserta

DPLK dan DPPK Jiwasraya Resmi Dibubarkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

10-lagu-indonesia-viral-2025

10 Lagu Indonesia yang Viral Sepanjang 2025, Nomor 1 Paling Banyak Diputar di Spotify!

27 Desember 2025 | 09:00
Silsilah Nabi Ibrahim AS

Silsilah Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:48
sanf-rupst-2026-laba-naik

SANF RUPST 2026 Catat Laba Naik

18 Maret 2026 | 10:00
kirim-paket-lebaran-luar-negeri

Kirim Paket Lebaran ke Luar Negeri, Ini 5 Tips Praktis

17 Maret 2026 | 19:00
Keputusan Malaysia tersebut, dinyatakan setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump melalui International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) adalah ilegal pada Februari lalu. Langkah Malaysia ini, menjadikannya sebagai negara pertama di dunia yang menyatakan Perjanjian Dagang AS batal demi hukum.

Malaysia Keluar dari Perjanjian Dagang dengan AS Versi Trump

18 Maret 2026 | 11:49
zakat fitrah ramadan

Zakat Fitrah: Lebih Baik Diserahkan Langsung atau Melalui Amil Zakat?

25 Maret 2025 | 09:39
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved