Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Guru Besar UIN Jakarta: Idulfitri Sebagai Ujian Takwa

by Miroji
21 Maret 2026 | 17:44
in Humaniora
Guru Besar UIN Jakarta: Idulfitri Sebagai Ujian Takwa
Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Masjid An-Noor Ciputat dipenuhi ribuan jemaah yang khusyuk mengikuti rangkaian Salat Idulfitri 1447 H/2026 M. Sejak pagi, suasana religius terasa kuat, ditandai dengan gema takbir yang mengalun dan barisan jemaah yang tertib memenuhi ruang utama hingga halaman masjid. Kekhidmatan itu berlanjut saat khotbah dimulai, menghadirkan keheningan yang sarat makna.

Dalam khotbahnya, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengajak jemaah menelusuri teladan spiritual para ulama salaf. Dengan gaya tutur reflektif, ia membuka bagian penting khotbah dengan pernyataan yang menggugah, “Para ulama terdahulu tidak pernah merasa aman dengan amal mereka.”

Ia kemudian mengisahkan kebiasaan para generasi awal Islam yang menunjukkan kedalaman spiritual yang luar biasa. “Mereka berdoa selama enam bulan setelah Ramadan agar Allah menerima ibadah Ramadan mereka,” ungkapnya. Pernyataan ini segera mengubah suasana masjid menjadi lebih hening; banyak jemaah tampak menunduk, larut dalam perenungan pribadi.

Menurut Prof. Tholabi, sikap tersebut mencerminkan kesadaran mendalam akan kualitas amal. “Mereka tidak bangga dengan amalnya, tetapi justru khawatir apakah amal itu diterima,” jelasnya. Kekhawatiran itu, lanjutnya, bukan lahir dari keraguan terhadap rahmat Allah, melainkan dari pemahaman akan betapa telitinya penilaian Ilahi.

Ia kemudian membandingkan dengan fenomena yang kerap terjadi di tengah masyarakat saat ini. “Sebagian orang merasa lega setelah Ramadan, seolah kewajiban telah selesai,” katanya. Padahal, menurutnya, justru setelah Ramadan berakhir, dimensi evaluatif dari ibadah mulai menemukan relevansinya.

“Apakah amal itu bernilai di sisi Allah atau tidak, itulah yang seharusnya kita khawatirkan,” tegasnya. Pernyataan ini mempertegas bahwa esensi ibadah tidak berhenti pada pelaksanaan, melainkan pada penerimaan dan dampaknya terhadap kehidupan.

READ  Amalan Jelang Ramadhan

Suasana masjid semakin larut dalam keheningan. Khotbah terasa menyentuh sisi terdalam kesadaran spiritual jemaah, menggeser orientasi dari kuantitas amal menuju kualitas dan keikhlasan.

Prof. Tholabi menekankan bahwa kegelisahan spiritual para salaf bukanlah tanda kelemahan iman. “Ini bukan tanda lemahnya iman, tetapi tanda hati yang hidup,” ujarnya. Justru, menurutnya, hati yang hidup akan selalu merasa belum cukup dalam beribadah.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati setelah menjalani Ramadan. “Semakin banyak ibadah, semakin kita merasa belum cukup,” katanya, menegaskan bahwa kesempurnaan bukan milik manusia.

Khotbah ini menghadirkan perspektif mendalam bahwa ibadah adalah perjalanan tanpa henti. Ramadan merupakan titik tolak untuk terus memperbaiki diri. Pesan tersebut meninggalkan kesan kuat bagi jemaah, menjadikan Idulfitri sebagai momentum introspeksi yang lebih substansial dan berkelanjutan.

Tags: Guru Besar UIN JakartaIdul Fitri 1447 HKhutbah IdulfitriProf Ahmad Tholabi
Previous Post

Daya Beli Kuat, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tumbuh 5,7%

Next Post

Pesan Idul Fitri Prabowo 2026: Ajak Rakyat Bersatu di Tengah Tantangan Bangsa

Next Post
survei-indikator-2026-mayoritas-puas-prabowo

Pesan Idul Fitri Prabowo 2026: Ajak Rakyat Bersatu di Tengah Tantangan Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Kelima. Dimungkinkan melakukan penghapusan kamera zoom 3x. Sebagai gantinya, Samsung akan mengandalkan pemrosesan AI untuk meningkatkan kualitas zoom. Langkah ini sebagai perubahan strategi dari hardware-heavy ke software-driven photography. Keenam. Galaxy S27 Ultra disebut akan menggunakan chipset generasi terbaru berbasis fabrikasi 2nm. Ketujuh. Didukung RAM 16GB hingga 24GB membuat perangkat ini semakin siap untuk penggunaan berat

Fitur Baru Samsung Galaxy S27 Ultra, Rilis Awal 2027

5 Mei 2026 | 15:27
Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

11 Februari 2025 | 18:19
sejarah yahudi

Sejarah Singkat Yahudi: Asal Usul dan Penyimpangannya

19 Juni 2025 | 09:38
Menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 ditopang oleh sejumlah faktor. Antara lain, momen Ramadhan dan Idul Fitri serta sejumlah kebijakan pemerintah. Dicatat, konsumsi perkapita kelompok restoran dan hotel tumbuh 11,63 persen yoy. Selain itu, pertumbuhan transaksi online dan marketplace sebesar 6,19 persen.

Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif pada Kuartal I 2026, Capai 5,61 Persen

5 Mei 2026 | 13:27
Sebagai informasi, berdasar standar International Labour Organization (ILO), seseorang yang bekerja setidaknya satu jam dalam seminggu termasuk dalam kategori penduduk bekerja. sesuai standar International Labour Organization (ILO). Dan menurut BPS, terdapat tiga kategori pekerja. Pertama. Pekerja penuh waktu (jam kerja minimal 35 jam per pekan). Kedua. Pekerja paruh waktu (jam kerja kurang dari 35 jam per pekan, tetapi tidak mencari pekerjaan, dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain). Ketiga. Setengah pengangguran (jam kerja antara 1-34 jam per pekan, dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain)

Pengangguran Terbuka di Indonesia 7,24 Juta

5 Mei 2026 | 14:02
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved