Jakarta, CoreNews.id — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen. Kenaikan pertumbuhan tersebut terjadi bila dibandingkan dengan kuartal I 2025, atau yoy (tahunan). Capaian tersebut berdasarkan besaran PDB pada kuartal I 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan Rp3.447,7 triliun.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers terkait pertumbuhan ekonomi di kantor BPS, Jakarta, (5/5/2026). Menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 ditopang oleh sejumlah faktor. Antara lain, momen Ramadhan dan Idul Fitri serta sejumlah kebijakan pemerintah. Dicatat, konsumsi perkapita kelompok restoran dan hotel tumbuh 11,63 persen yoy. Selain itu, pertumbuhan transaksi online dan marketplace sebesar 6,19 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat neraca perdagangan Indonesia tumbuh positif. Pada periode Maret 2026 neraca perdagangan Indonesia mengalami keuntungan atau surplus mencapai 3,32 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor 22,53 miliar dolar AS dan impor 19,21 miliar dolar AS. Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyatakan, bila secara kumulatif Januari hingga Maret 2026, Indonesia mengalami keuntungan sebesar 5,55 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor 66,85 miliar dolar AS dan impor 61,30 miliar dolar AS.*













