Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Batubara dan Nikel Akan Dikenakan Bea Keluar Untuk Tingkatkan Penerimaan Negara

by Irawan Djoko Nugroho
27 Maret 2026 | 15:13
in Ekonomi
Sementara itu, untuk komoditas batubara, pemerintah memilih bersikap lebih hati-hati. Hal ini karena karakteristik batu bara Indonesia sangat beragam dari sisi kalori. Batubara dengan kalori tinggi hanya sekitar 10% dari total produksi, dengan harga berkisar US$ 140–145 per ton. Adapun mayoritas produksi nasional justru berasal dari batubara kalori rendah, seperti jenis 4.100 hingga 3.400 kalori yang mencapai 60%–70%. Beragamnya sisi kalori tersebut sangat berpengaruh pada harga jual di pasar global

Ilustrasi: Batu Bara. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Pajak ekspor alias Bea Keluar pada produk hilirisasi, terutama batubara dan nikel dibidik menjadi tambahan penerimaan negara. Namun demikian skema Bea Keluar tersebut masih dalam tahap pembahasan teknis bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, (27/3/2026). Sementara itu menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kebijakan pajak ekspor diarahkan untuk memperkuat penerimaan negara di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat.   

Menurut Bahlil kembali, pemerintah tengah mengkaji formulasi Bea Keluar atau pajak ekspor untuk produk nikel seperti Nickel Pig Iron (NPI). Namun hingga kini, besaran maupun skema pengenaan Bea Keluar tersebut masih dalam tahap perhitungan.

Sementara itu, untuk komoditas batubara, pemerintah memilih bersikap lebih hati-hati. Hal ini karena karakteristik batu bara Indonesia sangat beragam dari sisi kalori. Batubara dengan kalori tinggi hanya sekitar 10% dari total produksi, dengan harga berkisar US$ 140–145 per ton. Adapun mayoritas produksi nasional justru berasal dari batubara kalori rendah, seperti jenis 4.100 hingga 3.400 kalori yang mencapai 60%–70%. Beragamnya sisi kalori tersebut sangat berpengaruh pada harga jual di pasar global.*

READ  Serikat Buruh Minta Pemerintah Bentuk Satgas Nasional PHK
Tags: BatubaraMenteri ESDM Bahlil LahadaliaMenteri Keuangan Purbaya Yudhi SadewaNikel
Previous Post

Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi Mulai April Imbas Harga Minyak Global

Next Post

Filipina Terapkan Darurat Energi, Sekolah Beralih ke Pembelajaran Online

Next Post
Filipina Terapkan Darurat Energi, Sekolah Beralih ke Pembelajaran Online

Filipina Terapkan Darurat Energi, Sekolah Beralih ke Pembelajaran Online

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Selain menjatuhkan sanksi, KPPU juga merekomendasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat pengawasan industri pinjaman online. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah celah regulasi serta membatasi praktik asosiasi yang berpotensi memuat ketentuan anti persaingan di masa depan

Bersekongkol Tetapkan Bunga Tinggi, KPPU Denda 97 Fintech Sebesar Rp 755 Miliar

27 Maret 2026 | 10:50
Krisis BBM Australia Meluas, 600 Lebih SPBU Kehabisan Pasokan

Krisis BBM Australia Meluas, 600 Lebih SPBU Kehabisan Pasokan

27 Maret 2026 | 14:19
Akun Instagram Kejagung Diretas, Muncul Promosi Judi Kasino

Gaji & Tunjangan Jaksa Bakal Dievaluasi, Komjak: Demi Integritas!

27 Januari 2026 | 19:00
Logo X

Twitter Berubah Jadi X di App Store

2 Agustus 2023 | 08:00
Sebagai informasi, bursa saham regional Asia pagi ini (27/3/2026) sebagian besar melemah. Misalnya, indeks Nikkei melemah 469,15 poin atau 0,88 persen ke 53.134,50, indeks Shanghai melemah 2,73 poin atau 0,07 persen ke 3.886,35, indeks Hang Seng melemah 43,93 poin atau 0,18 persen ke 24.812,50. Namun demikian, indeks Strait Times dicatat menguat 9,32 poin atau 0,19 persen ke 4.897,08

IHSG Dicatat Melemah Mengikuti Bursa Global

27 Maret 2026 | 11:35
Malaysia Rayakan Hari ASEAN ke-58, Angkat Tema Inklusif dan Berkelanjutan

Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi Mulai April Imbas Harga Minyak Global

27 Maret 2026 | 15:07
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved