Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah Malaysia akan memangkas kuota bahan bakar bersubsidi mulai April 2026 sebagai respons atas lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan kuota bensin RON95 bersubsidi dikurangi dari 300 liter menjadi 200 liter per warga. Meski demikian, harga subsidi tetap dipertahankan sebesar 1,99 ringgit per liter.
“Langkah ini diambil sambil menunggu stabilisasi pasokan minyak global,” ujar Anwar, Jumat, 27 Maret 2026.
Kebijakan tersebut diambil di tengah lonjakan belanja subsidi energi. Pemerintah mencatat subsidi bulanan untuk bensin dan solar meningkat drastis hingga 3,2 miliar ringgit, bahkan berpotensi mencapai 4 miliar ringgit per bulan.
Meski harga minyak tinggi meningkatkan pendapatan negara, pemerintah menilai kondisi ini berisiko mendorong inflasi. Karena itu, pembatasan kuota dilakukan untuk menekan beban fiskal sekaligus mencegah penyalahgunaan.
Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga harga subsidi, termasuk solar di Sabah dan Sarawak sebesar 2,15 ringgit per liter. Pembatasan juga diterapkan per kendaraan, mulai dari 50 hingga 150 liter per transaksi.
Pemerintah turut mempertimbangkan kebijakan tambahan seperti kerja dari rumah guna menekan konsumsi BBM.













