Jakarta, CoreNews.id — Indonesia berhasil menggalang dana sebesar ¥172,1 miliar yen atau setara US$ 1,1 miliar dan ekuivalen Rp 18,94 triliun (kurs Rp 17.221 per dolar AS) dari penerbitan Samurai Bond di pasar Jepang. Dana yang diraup tersebut, hampir 70% lebih besar dibandingkan penerbitan terakhirnya di pasar Samurai sekitar setahun lalu.
Hal tersebut dilansir dari Bloomberg, (23/4/2026). Adapun tranche terbesar dalam penerbitan tersebut adalah obligasi tenor tiga tahun senilai ¥126,3 miliar yen, yang ditawarkan dengan spread 80 basis poin di atas mid-swaps, sedikit lebih tinggi dibandingkan 75 basis poin pada tenor serupa di Mei. Dan untuk premi tenor lima dan tujuh tahun, dicatat lebih rendah.
Penerbitan tersebut menjadi obligasi Samurai pertama sejak awal tahun fiskal Jepang pada 1 April, periode ketika investor mulai menempatkan dana baru. Indonesia pada 2024, juga dicatat telah menghimpun dana setara US$ 1,3 miliar dari penerbitan terbesar sepanjang sejarah di pasar tersebut.*













