Jakarta, CoreNews.id – Peluncuran resmi Indonesia Supply Chain Exhibition & Conference Powered by CeMAT and CargoNOW diumumkan hari ini dalam sebuah acara peluncuran yang diselenggarakan di The Westin Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Pameran ini diselenggarakan oleh Deutsche Messe, Debindo Global Expo, dan CargoNOW, acara ini menandai hadirnya platform internasional baru yang dirancang untuk memperkuat ekosistem rantai pasok dan logistik Indonesia pada fase pertumbuhan yang krusial. Peluncuran ini juga menandai kembalinya CeMAT ke Jakarta, yang menghubungkan sektor rantai pasok Indonesia dengan salah satu platform paling mapan di dunia dalam bidang intralogistik, otomasi, dan inovasi logistik.
Dijadwalkan berlangsung pada 25–27 November 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE – PIK 2), Jakarta, Indonesia Supply Chain akan mempertemukan produsen, penyedia logistik, perusahaan teknologi, operator logistik dan kargo, bisnis e-commerce, serta pemangku kepentingan pemerintah dari seluruh Indonesia dan kawasan ASEAN.
Pameran akan menampilkan berbagai solusi yang mencakup transportasi dan logistik, pergudangan dan material pengelolaan, teknologi rantai pasok, dukungan manufaktur, keberlanjutan, infrastruktur, logistik e-commerce, serta sektor khusus seperti cold chain dan rantai pasok farmasi.
Platform yang Dibangun untuk Momentum Rantai Pasok IndonesiaIndonesia merupakan salah satu pasar rantai pasok dan logistik dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Ekspansi industri yang pesat, meningkatnya permintaan e-commerce, serta investasi besar dalam infrastruktur mendorong efisiensi dan ketahanan rantai pasok menjadi prioritas utama bagi produsen, distributor, dan penyedia logistik di seluruh nusantara.
Transformasi rantai pasok Indonesia semakin dipercepat oleh investasi nasional dan fokus kebijakan pemerintah. Inisiatif National Logistics Ecosystem (NLE) menyederhanakan proses pelabuhan dan kepabeanan, sementara program infrastruktur berskala besar termasuk pelabuhan baru, jaringan jalan tol, dan kawasan industri mengubah cara distribusi barang di seluruh wilayah.
Di saat yang sama, pasar e-commerce Indonesia yang diproyeksikan melampaui USD 100 miliar dalam beberapa tahun ke depan mendorong kebutuhan akan solusi pergudangan canggih, otomasi, dan logistik last-mile. Perubahan ini menciptakan kebutuhan yang jelas akan sistem rantai pasok terintegrasi berbasis teknologi dalam skala nasional.
Indonesia Supply Chain dirancang untuk menjawab tantangan tersebut secara langsung, dengan menghadirkan teknologi internasional, otomasi, dan solusi logistik digital kepada pelaku usaha Indonesia, sekaligus menghubungkan operator lokal dengan pemasok global, integrator sistem, dan pengambil keputusan industri.
Peluncuran ini juga menempatkan Indonesia sebagai pasar pertumbuhan utama dalam jaringan global Hannover Messe, mencerminkan semakin pentingnya peran Indonesia dalam rantai pasok regional dan internasional.
“Indonesia Supply Chain merupakan langkah besar bagi sektor logistik dan rantai pasok di kawasan ini. Indonesia lebih dari siap untuk memiliki platform internasional sebesar ini, yang menghubungkan industri lokal dengan keahlian global serta menghadirkan solusi nyata bagi tantangan operasional sehari-hari. Kami bangga dapat membawa kembali jaringan acara CeMAT dan Hannover Messe ke Jakarta, serta bekerja sama dengan Debindo dan CargoNOW untuk mewujudkannya,” kata Mike Nissen, Senior Commercial Director APAC, Hannover Fairs Australia and Asia Pacific.
“Indonesia Supply Chain Exhibition & Conference 2026 hadir sebagai platform lintas industri yang memperkuat kolaborasi dalam ekosistem rantai pasok sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Didukung sinergi global sebagai bagian dari CeMAT, ISC 2026 menjadi momentum penting untuk menampilkan inovasi sekaligus mendorong pelaku industri memperkuat posisi dan kemitraan. Ke depan, digitalisasi dan efisiensi akan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan daya saing sektor rantai pasok Indonesia,” ujar Rafidi Iqra, Director of Debindo Global Expo.
Indonesia Supply Chain akan menghadirkan:
● Showcase teknologi internasional dan demonstrasi produk secara langsung
● Solusi otomasi dan robotika untuk meningkatkan throughput gudang dan mengurangiketergantungan pada tenaga kerja
● Solusi angkutan multimoda, transportasi, dan logistik
● Sistem digital rantai pasok berbasis AI, IoT, dan data untuk visibilitas dan pengambilan keputusan secara real-time
● Perdagangan lintas negara dan penjajakan kemitraan bisnis regional
● Konferensi eksekutif dan forum kepemimpinan industri, termasuk LogiSYM Indonesia 2026, yang mempertemukan pemimpin dan praktisi rantai pasok untuk membahas masa depan logistik, perdagangan, dan transformasi rantai pasok di ASEAN












