Jakarta, CoreNews.id – Tren perjalanan domestik masyarakat Indonesia terus menunjukkan penguatan, terutama selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Data terbaru dari SiteMinder mengungkapkan bahwa wisatawan domestik kini mendominasi pemesanan hotel di berbagai destinasi wisata Tanah Air.
Berdasarkan data pemesanan hotel sepanjang Maret 2026, wisatawan domestik menyumbang 52 persen dari total pemesanan hotel di Indonesia. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 48 persen.
Kenaikan ini memperpanjang tren pertumbuhan perjalanan domestik dalam dua tahun terakhir. Laporan Hotel Booking Trends SiteMinder sebelumnya juga menunjukkan kontribusi tamu domestik terhadap pemesanan hotel di Indonesia naik dari 43 persen pada 2024 menjadi 48 persen pada 2025.
Lombok hingga Bandung Catat Lonjakan Pemesanan
Momentum Lebaran tahun ini mendorong peningkatan pemesanan hotel di sejumlah destinasi regional. Lombok menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,5 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
Yogyakarta menyusul dengan kenaikan 7,1 persen, sementara Bandung tumbuh 6,8 persen. Ketiganya melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 2,6 persen.
Sementara itu, Bali mencatat pertumbuhan relatif stabil sebesar 0,1 persen, sejalan dengan tingginya basis permintaan wisata yang telah terbentuk sebelumnya.
Country Manager Indonesia SiteMinder, Fifin Prapmasari, menilai pola perjalanan masyarakat kini semakin fleksibel dan tidak lagi semata berfokus pada mudik keluarga.
“Lebaran tahun ini tetap berakar kuat pada nilai kebersamaan keluarga, namun semakin dipengaruhi oleh keinginan untuk menciptakan pengalaman baru, mulai dari staycation, perjalanan ke destinasi regional, hingga fleksibilitas untuk bepergian sesuai preferensi masing-masing,” ujarnya.
Wisatawan Pesan Hotel Lebih Mendadak
SiteMinder juga mencatat perubahan perilaku wisatawan dalam melakukan pemesanan hotel. Jarak waktu pemesanan atau lead time semakin pendek dibandingkan tahun sebelumnya.
Lombok mengalami penurunan lead time terbesar, dari rata-rata 24 hari pada 2025 menjadi 20 hari tahun ini. Bali turun menjadi 31 hari, sedangkan Bandung hanya delapan hari.
Secara nasional, rata-rata waktu pemesanan turun dari 16 hari menjadi 15 hari.
Menurut Fifin, tren tersebut menunjukkan wisatawan Indonesia kini semakin spontan dalam merencanakan perjalanan liburan.
Tarif Hotel Turun di Tengah Persaingan
Di tengah meningkatnya permintaan, rata-rata tarif kamar hotel justru mengalami penurunan. Secara nasional, average daily rate turun 3,3 persen menjadi Rp1,71 juta dari sebelumnya Rp1,77 juta.
Bali mencatat penurunan tarif terbesar sebesar 7,4 persen menjadi Rp2,49 juta. Yogyakarta turun 3,4 persen menjadi Rp1,29 juta, sementara Lombok turun 3,2 persen menjadi Rp1,97 juta.
Bandung menjadi satu-satunya kota yang mengalami kenaikan tarif hotel, yakni sebesar 2,5 persen menjadi Rp955.000.
SiteMinder menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi hotel untuk menghadirkan paket menginap yang lebih menarik sekaligus menerapkan strategi harga yang dinamis menjelang rangkaian long weekend sepanjang Mei hingga Idul Adha tahun ini.













