Jakarta, CoreNews.id – Direktur Eksekutif Center of Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, menilai program cetak sawah di Wanam, Papua Selatan, merupakan strategi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang harus terus dilanjutkan.
Menurut Herry, proyek cetak sawah seluas 1 juta hektare yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah krisis global. “Ketahanan pangan adalah martabat politik, dan martabat itu hanya bisa dijaga dengan berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya, Kamis (21/5).
Ia menilai penghentian program justru akan membuat Indonesia kembali bergantung pada impor pangan. Di sisi lain, proyek PSN Wanam telah menunjukkan progres signifikan dengan sejumlah fasilitas utama seperti jetty multipurpose dan solar cell yang rampung 100 persen.
Warga Papua juga menyambut positif pembangunan tersebut karena dinilai mampu membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat lokal dan generasi mendatang.













