New York, CoreNews.id — Israel dimasukkan dalam daftar hitam kekerasan seksual di zona konflik oleh PBB. Hal ini karena PBB mencatat banyaknya kekerasan seksual yang dilakukan oleh pasukan keamanan Israel terhadap tahanan Palestina di penjara dan pusat penahanan lainnya. Terlebih inspektur PBB tidak diberi akses ke fasilitas tersebut.
Selain itu, laporan dari Konsorsium Perlindungan Tepi Barat bulan lalu juga menemukan bahwa kekerasan seksual dan bentuk pelecehan berbasis gender lain, dilakukan oleh pemukim dan tentara Israel yang mendorong warga Palestina untuk meninggalkan Tepi Barat yang diduduki. Terbaru, orang asing yaitu mereka yang berada di armada bantuan yang baru-baru ini menuju Gaza, juga mengatakan bahwa aktivis yang dibebaskan dan diculik dari perairan internasional menghadapi pelecehan selama berada di tahanan Israel, termasuk setidaknya 15 kasus penyerangan seksual atau pemerkosaan.
Israel segera menanggapi dimasukkannya mereka ke dalam daftar hitam global dengan mengecam Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Israel mengatakan bahwa mereka akan memutuskan hubungan dengan ketua badan dunia tersebut.
Menanggapi keputusan Israel tersebut, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Kontra Terorisme Ben Saul mendesak Israel untuk memberikan tanggapannya secara tepat daripada memutus hubungan dengan Sekretaris Jenderal PBB. “Daripada ‘memutus semua hubungan’ dengan Sekretaris Jenderal PBB karena mengungkap kekerasan seksual yang dilakukan pasukan Israel, saya mendesak Israel untuk memutuskan semua hubungan dengan pelaku mana pun – dan mengadili serta menghukum mereka,” tulis Saul pada postingan di X.*













