PT Danantara Sumberdaya Indonesia menguji platform NADI bersama pemerintah dan enam asosiasi industri untuk memperkuat transparansi ekspor komoditas strategis.
Jakarta, CoreNews.id – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia melalui pelaksanaan pilot platform National Data Intelligence (NADI).
Uji coba tersebut melibatkan enam asosiasi industri, yakni Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Indonesian Mining Association (IMA).
Kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Lembaga National Single Window, Kementerian ESDM, serta Bank Indonesia.
Dorong Transparansi Data Ekspor
Direktur Keuangan dan Treasury DSI Sinthya Roesly mengatakan pelaksanaan pilot menjadi langkah untuk menguji sistem sekaligus memperoleh masukan dari pemerintah dan pelaku industri.
“Prioritas kami adalah meningkatkan transparansi dan visibilitas, sekaligus memastikan kegiatan ekspor tetap berjalan lancar,” ujar Sinthya dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 1/10/2026.

Menurut dia, kolaborasi pemerintah dan industri diperlukan untuk membangun ekosistem ekspor yang lebih transparan, terkoordinasi, serta meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan pasar global terhadap komoditas strategis Indonesia.
Ketua Umum APBI-ICMA Priyadi menyambut inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya mendorong ekspor Indonesia melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas.
Sementara itu, perwakilan GIMNI Paulus Edwin Gunawan Sutanto mengatakan analisis dan metodologi yang lebih terstruktur dapat menjadi acuan bersama bagi industri.
Selaraskan Implementasi dengan Regulasi
DSI menyatakan pengembangan platform akan terus disesuaikan dengan perkembangan mandat dan regulasi komoditas strategis. Masukan asosiasi selama tahap pilot menjadi bahan penyempurnaan sistem agar relevan dengan kebutuhan operasional pelaku usaha.
DSI juga memperkuat kapabilitas melalui bergabungnya Daniel Lim sebagai Advisor sektor agribisnis. Daniel memiliki pengalaman 29 tahun di sektor komoditas kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia.
Melalui kombinasi teknologi, data, pengalaman industri, dan keahlian perdagangan, DSI menargetkan terbentuknya ekosistem ekspor komoditas strategis yang semakin transparan, terintegrasi, terpercaya, dan kompetitif di pasar global.












