Jakarta, CoreNews.id – Langkah Presiden Prabowo Subianto merombak menteri yang terafiliasi dengan kekuatan politik lama dinilai tepat untuk memperkuat konsolidasi kekuasaan dan menentukan arah politik pemerintahan ke depan.
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai reshuffle bukan sekadar evaluasi kinerja atau pembagian kekuasaan, tetapi juga strategi membaca loyalitas dan peta politik para pembantu presiden.
“Reshuffle bukan hanya like or dislike atau berbasis power sharing, tetapi reshuffle berbasis intensitas arah ke peta politik di masa depan,” kata Pangi di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Selasa (13/10/2026).
Menurut Pangi, dua tahun pemerintahan cukup bagi Prabowo untuk mengamati perilaku politik para menterinya, termasuk pihak yang dinilai membangun kekuatan sendiri.
Ia juga mengingatkan Prabowo agar membatasi ruang konsolidasi kelompok politik Solo yang dikaitkan dengan pemerintahan sebelumnya.
“Dari awal saya sudah ingatkan, berhentilah mengasuh geng Solo karena sangat berbahaya,” tegasnya.













