Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Marak Hujan Badai, BRIN: Akibat Peralihan Musim

by Miroji
13 November 2024 | 12:21
in Nasional
Marak Hujan Badai, BRIN: Akibat Peralihan Musim
Bagikan sekarang:

CoreNews.id, Jakarta – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mengatakan, hujan badai yang kerap melanda Indonesia akhir-akhir ini dikarenakan peralihan musim. Selain itu, juga disebabkan oleh beberapa faktor.

“Faktor pertama adalah banyaknya awan Cumulonimbus (Cb) yang bergabung membentuk satu gulungan, sehingga memicu fenomena badai squall line (gulungan besar awan, red),” ujar Erma Yulihastin, Selasa (12/11/2024).

Badai squall line ini, lanjutnya, disebabkan oleh faktor perubahan iklim. Yakni, meningkatnya suhu permukaan laut hingga 2 derajat Celsius.

“Titik permukaan laut yang terpanas saat ini ada di Samudera Hindia. Pembentukan awan di atas Samudera Hindia terjadi cepat, masif, dan menuju ke arah Indonesia,” kata Erma.

Sementara itu, di pesisir Selatan Pulau Jawa juga terjadi hal yang serupa. Menurutnya, peningkatan suhu muka laut di Selatan Pulau Jawa mencapai sekitar 1 derajat Celsius.

“Kondisi ini sangat berbahaya sebenarnya karena dapat memicu hujan ekstrem, dan hujan ini ditransfer dari laut ke daratan. Inilah yang terjadi di Spanyol ketika banjir melanda di sana,” ujarnya.

Faktor yang kedua pemicu hujan badai di Indonesia, kata Erma, adalah meningkatnya aktivitas pembentukan vorteks atau pusat tekanan rendah pusaran angin, di Samudera Hindia.

“Inilah yang memicu gulungan besar awan menjadi panjang-panjang, karena digerakkan oleh vorteks itu. Dan pantauan hari ini sudah menjadi bibit Siklon 95,” kata dia.

Erma menjelaskan, vorteks itu berperan memindahkan uap air ke daratan, dan secara tidak langsung menciptakan angin kencang lewat fenomena badai squall line atau bow-echo. Hal itu sejalan dengan hasil pengamatan radar cuaca.

Squall line yang pecah akan menimbulkan angin kencang dengan atau tanpa disertai hujan deras. Kondisi cuaca seperti saat ini tidak akan selesai jika vorteksnya tidak kunjung meluruh.

READ  Menyingkap Misteri Bawah Laut Sulawesi: Ekspedisi Kolaboratif OceanX-BRIN

“Kondisi yang tidak stabil ini diprediksi hingga dasarian pertama Desember. Di mana intensitas hujan akan meningkat, terutama di wilayah Jawa Barat bagian Selatan, seperti di Cimahi, Cianjur, Bogor, Bandung, Bekasi, dan Kendal,” ujar Erma.

Ia berharap pemantauan terhadap potensi cuaca ekstrem terus dilakukan. Di sisi lain, masyarakat diminta mencari informasi tentang cuaca harian dari BMKG untuk keamanan dan keselamatan aktivitas mereka sehari-hari.

Tags: BRIN
Previous Post

Isi Pertemuan Prabowo & Joe Biden di Gedung Putih

Next Post

Trump Pilih Elon Musk Pimpin Departemen Efisiensi Pemerintah

Next Post
Trump Pilih Elon Musk Pimpin Departemen Efisiensi Pemerintah

Trump Pilih Elon Musk Pimpin Departemen Efisiensi Pemerintah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Sistem konglomerat adalah sistem ekonomi yang meniru begitu saja sistem ekonomi kapitalis liberal ala Amerika tanpa mempedulikan dampak negatifnya pada ekonomi rakyat, (Mubyarto, 2024:18). Ia merupakan contoh penggunaan teori ekonomi Neo-klasik (Barat, Amerika) yang selalu memihak pada pemilik modal dan tidak pernah memihak pada rakyat yang miskin, (Mubyarto, 2024:20-21).

Menarasikan Kembali Ekonomi Pancasilanya Mubyarto

23 Agustus 2026 | 13:20
grc-summit-2026-integrasi-ai-esg-yogyakarta

Digelar di Yogyakarta, GRC Summit 2026 Perkuat Integrasi AI ESG

21 Agustus 2026 | 21:00
Poster The Lord of the Rings

The Lord of the Rings: The Rings of Power Season 2 Siap Tayang 29 Agustus di Prime Video!

16 Mei 2024 | 09:00
ai-traveling-keamanan-data-wisatawan

84% Pengguna Simpan Data Sensitif Secara Digital, Ini Risikonya

6 April 2026 | 22:00
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
desak-made-emas-asia-2026-tiket-asian-games

Bareskrim Ungkap Lima Atlet Panjat Tebing Jadi Korban TPKS

19 Agustus 2026 | 21:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved