Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Guru Besar UIN Jakarta: Kurban Sebagai Jalan Menuju Kemuliaan Bangsa

by Redaksi
6 Juni 2025 | 21:41
in Humaniora
guru besar uin jakarta

Foto: istimewa/corenews

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Udara pagi yang sejuk seolah menandai kebesaran momen Idul Adha di Kota Tangerang Selatan. Ribuan umat Islam memenuhi pelataran Islamic Center Baiturrahmi, Jumat (6/6/2025), untuk melaksanakan Sholat Idul Adha tingkat Kota Tangerang Selatan. Jemaah membentuk barisan yang meluber hingga ke jalan-jalan sekitar, menciptakan suasana khidmat dan penuh makna.

Nuansa spiritual pada perayaan Idul Adha kali ini tidak hanya hadir dari kekhusyukan shalat berjamaah. Khotbah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, membawa makna yang mendalam dan bernilai nasional. Dalam penyampaiannya yang tenang namun penuh kekuatan makna, Tholabi menggugah kesadaran umat tentang esensi kurban sebagai sarana pembentukan karakter bangsa yang luhur dan bermartabat.

Tholabi, yang juga Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, membuka khotbah dengan mengangkat kembali kisah legendaris Nabi Ibrahim dan Ismail, sebagai teladan ketundukan dan pengorbanan. Ia menekankan bahwa kisah tersebut tidak berhenti sebagai catatan sejarah semata, tetapi menjadi fondasi spiritual universal bagi umat manusia.

“Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putra yang sangat dicintainya, dan Ismail merespons dengan kesiapan penuh untuk tunduk pada perintah Ilahi. Inilah puncak ketundukan dan keikhlasan yang tak terukur oleh logika duniawi,” ungkapnya.

Menurut Tholabi, bangsa Indonesia perlu belajar dari keberanian Nabi Ibrahim. Di tengah kemajuan pembangunan, bangsa ini memerlukan keberanian untuk berkorban demi kepentingan yang lebih luas.

Dalam uraian yang sistematis, Khotib menegaskan bahwa kurban sejatinya adalah proses spiritual yang bermakna simbolik, yakni untuk menyembelih ego, keserakahan, dan hasrat pribadi yang berlebihan. Dia menyebut empat nilai fundamental yang menjadi pilar spiritual kurban, yakni keikhlasan, ketaatan, kepedulian, dan kerelaan berkorban. Keempat nilai tersebut, menurut dia, harus menjadi landasan dalam membangun keluarga, masyarakat, bahkan tata kelola negara.

READ  Guru Besar UIN Jakarta Tanggapi Rencana Cuti Hakim di Indonesia

Lebih jauh, Tholabi menyoroti realitas global yang sedang dihadapi bangsa ini. Dia menekankan bahwa Indonesia tidak sedang menghadapi peperangan fisik, melainkan berada pada persimpangan antara kemajuan teknologi dan krisis nilai. “Kecanggihan teknologi tidak menjamin kebijaksanaan. Tanpa nilai spiritual, kecerdasan buatan hanya akan membentuk generasi yang dingin dan kehilangan arah,” tegasnya.

Dia mendorong bangsa ini membangun sistem modern yang berakar kuat pada nilai-nilai religius dan kemanusiaan. Modernisasi, menurutnya, bukan sekadar alat, melainkan harus dijalankan dengan kesadaran nurani.

Dalam khotbahnya, Tholabi juga memberikan refleksi kritis terhadap dunia sosial dan politik. Ia menyampaikan bahwa semangat kurban perlu dihidupkan di berbagai lapisan kekuasaan. “Jika Ibrahim bersedia mengorbankan putranya demi ketaatan, maka pemimpin sejati hari ini seharusnya mampu mengorbankan ego dan kepentingan pribadi demi rakyat,” ujar beliau.

Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa ibadah kurban bukan monopoli mereka yang mampu secara finansial, tetapi terbuka bagi siapa pun yang bersedia mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan kepedulian untuk orang lain.

Seperti dilaporkan, sholat Idul Adha tingkat Kota Tengerang Selatan ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan dipimpin oleh K.H. Imam Abda Hayat S.Q., M.A. Tampak hadir di barisan terdepan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, yang juga menyampaikan sambutan, Sekretaris Daerah, para asisten daerah, pejabat pemerintahan, para ulama, dan tokoh masyarakat setempat. []

Tags: Ahmad Tholabi KharlieIdul Adha 2025makna kuran
Previous Post

Waju Rante dalam Kidung Ranggalawe, Hikayat Banjar dan Boxer Codex Sebuah Perbandingan

Next Post

Hati-hati, Pencernaan Bisa Terganggu Saat Pesta Daging Idul Adha!

Next Post
kuota-impor-daging-2026-dipangkas-pengusaha-terancam-phk

Hati-hati, Pencernaan Bisa Terganggu Saat Pesta Daging Idul Adha!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Gedung Kemenkeu

Kementerian Keuangan Kehilangan Dividen BUMN Rp90 Triliun, Siapkan Strategi Pengganti

8 Mei 2025 | 21:00
PT Synnex Metrodata Indonesia

PT. Synnex Metrodata Indonesia Bergabung dengan Cyble Partner Network Sebagai Distributor Cyble Untuk Indonesia

19 Januari 2024 | 09:00
Tak hanya berdampak pada tekanan darah, kebiasaan makan mi instan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi kerja hormon yang mengatur siklus tidur serta metabolisme tubuh. Di mana efeknya bahkan bisa dirasakan keesokan hari, mulai dari sakit kepala saat bangun tidur, tubuh terasa lelah, hingga tekanan darah yang tetap tinggi.

Makan Mi Instan Larut Malam Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

5 Juni 2026 | 13:08
Sebelumnya, layanan Outward Remittance menggunakan sumber dana Poket Valas hanya tersedia melalui aplikasi myBCA.

Layanan Poket Valas ‘Outward Remittance’ BCA, Kini Bisa Dilayani di Cabang

3 Agustus 2026 | 11:36
Arus Minyak dari Selat Hormuz Anjlok 86 Persen Akibat Ketegangan AS–Israel dan Iran

Arus Minyak dari Selat Hormuz Anjlok 86 Persen Akibat Ketegangan AS–Israel dan Iran

4 Maret 2026 | 16:12
Transjakarta

Cara Dapat Kartu Transportasi Gratis Jakarta 2025 untuk 15 Golongan — Lengkap & Mudah!

19 Mei 2025 | 17:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved