Jakarta, CoreNews.id – Banyak orang mengira charger hanya menggunakan listrik saat mengisi daya perangkat. Faktanya, charger yang dibiarkan tertancap di stop kontak tetap mengalirkan arus listrik, meski dalam jumlah kecil. Fenomena ini disebut vampire power (daya siaga) yang perlahan membuang energi dan menambah tagihan listrik.
Diolah dari berbagai sumber, berikut risiko charger dibiarkan tertancap di stop kontak:
1. Boros Listrik Tanpa Disadari
- Daya siaga charger yang tidak digunakan bisa mencapai 0.1–5 watt per jam.
- Jika di rumah ada 5 charger (ponsel, laptop, tablet), dalam setahun bisa membuang listrik setara 10–50 kWh (sekitar Rp15.000–Rp75.000/tahun).
- Semakin banyak perangkat, semakin besar pemborosan!
2. Risiko Kerusakan & Kebakaran
Charger yang terus terhubung listrik rentan mengalami:
- Keausan komponen akibat panas berlebih.
- Lonjakan tegangan yang merusak charger, terutama produk murah tanpa sertifikasi.
- Panas ekstrem hingga meleleh atau memicu percikan api (risiko kebakaran).
Charger murah lebih berbahaya! Umumnya tidak memiliki:
✔ Pengatur tegangan otomatis
✔ Pemutus arus saat overheating
✔ Material tahan api
3. Solusi Aman & Hemat
- Cabut charger setelah digunakan – Langkah paling efektif!
- Gunakan stop kontak dengan tombol on/off untuk memutus aliran listrik sekaligus.
- Pilih charger original atau bersertifikat (contoh: SNI, CE).
- Segera ganti charger jika:
- Terasa panas saat tidak dipakai.
- Mengeluarkan bunyi dengung.
- Kabel atau bodi rusak.













