Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

AI Rakus Energi! 2028 Diprediksi Melahap 50% Daya Data Center

by Teguh Imam Suyudi
3 November 2025 | 09:00
in Tekno
ai-berkelanjutan-ntt-data-2028

Sustainable Data Center (Gambar: NTT DATA)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Dunia teknologi kembali diguncang. Laporan riset terbaru dari NTT DATA memperingatkan bahwa laju pertumbuhan kecerdasan buatan yang tak terkendali akan mendorong konsumsi energi pusat data melewati ambang kritis. Pada 2028, AI diperkirakan menyedot lebih dari 50% total daya data center, menjadikannya salah satu penyumbang terbesar terhadap tekanan energi global.

Ironisnya, teknologi yang digadang-gadang sebagai solusi masa depan justru menjadi salah satu ancaman terbesarnya. AI modern—khususnya model besar yang memerlukan pelatihan intensif dan inferensi berkelanjutan—memakan daya listrik raksasa, air dalam jumlah masif untuk pendinginan, serta mempercepat ledakan limbah elektronik dan penambangan mineral langka.

Namun, laporan berjudul “Sustainable AI for a Greener Tomorrow” menegaskan bahwa AI bukan sekadar masalah—teknologi ini juga bisa menjadi penyelamat. David Costa, Head of Sustainability Innovation Headquarters NTT DATA, menyatakan bahwa AI dapat mengoptimalkan jaringan energi, menekan emisi, memprediksi risiko lingkungan, hingga meningkatkan efisiensi konservasi air. Tantangannya: AI harus dirancang ulang secara berkelanjutan sejak awal.

NTT DATA menyoroti beberapa perubahan besar yang wajib dilakukan industri:

  • Berpindah dari obsesi performa ke prioritas hijau. Efisiensi energi tak boleh lagi dianggap pengorbanan, melainkan fondasi desain AI.
  • Standarisasi pengukuran dampak lingkungan. Tolok ukur seperti AI Energy Score atau Software Carbon Intensity for AI harus menjadi standar baru tata kelola AI global.
  • Pemikiran sepanjang siklus hidup. Mulai dari produksi hardware, penggunaan, hingga akhir masa pakai—AI harus mengikuti prinsip ekonomi sirkular.
  • Kolaborasi lintas industri. Tanggung jawab dibagi antara produsen chip, operator data center, pengembang perangkat lunak, penyedia cloud, hingga regulator.

Laporan ini juga menyoroti fragmentasi metode pengukuran dampak lingkungan yang membuat perusahaan sulit melakukan benchmarking yang akurat. Untuk mengatasinya, NTT DATA menawarkan praktik terbaik seperti green software engineering, penggunaan energi terbarukan, dan desain hardware modular yang dapat di-upgrade.

READ  Xiaomi Luncurkan Xiaomi 15 dan Xiaomi 15 Ultra

Di tengah ancaman krisis energi global, pesan NTT DATA jelas dan provokatif: Jika AI ingin menyelamatkan masa depan, ia harus berhenti merusaknya.

Tags: AI sustainabilityData centerGreen Tech
Previous Post

The Ning King, Pendiri Alam Sutera dan Konglomerat Multisektor Tutup Usia 93 Tahun

Next Post

KAI Siapkan Kereta Ekonomi Khusus Petani dan Pedagang, Ini Jadwal dan Rutenya

Next Post
diskon transportasi

KAI Siapkan Kereta Ekonomi Khusus Petani dan Pedagang, Ini Jadwal dan Rutenya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Akun Instagram Kejagung Diretas, Muncul Promosi Judi Kasino

Gaji & Tunjangan Jaksa Bakal Dievaluasi, Komjak: Demi Integritas!

27 Januari 2026 | 19:00
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
Nadiem Makarim mencium tangan ayahnya Nono Anwar Makarim di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta

Hadiri Sidang Chromebook Nadiem Ngaku Sakit Butuh Perawatan Medis

2 Februari 2026 | 15:56
Kram tangan saat menggunakan HP - Ist

Kram Tangan Akibat Sering Mengetik dan Scrolling Pertanda Sakit Saraf

2 Februari 2026 | 14:17
Seperti Apa Nishfu Sya’ban di Tanah Arab?

Seperti Apa Nishfu Sya’ban di Tanah Arab?

12 Februari 2025 | 13:10
Hyundai dan Kia mengeklaim tingkat akurasi deteksi mencapai selisih hingga 10 sentimeter dalam radius 100 meter, dengan keandalan lebih dari 99 persen. Sistem ini bekerja pada bandwidth GHz dengan kecepatan komunikasi 1–5 milidetik, sehingga tetap responsif dalam kondisi cuaca buruk maupun malam hari.

Hyundai dan Kia Kembangkan Vision Pulse Pendeteksi Blind Spot

2 Februari 2026 | 16:33
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved