Jakarta, CoreNews.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU/Tugu Insurance) kembali menegaskan dominasinya sebagai pemimpin pasar asuransi umum di Indonesia. Perseroan mencatatkan performa unggul dalam perolehan premi bruto di empat segmen strategis: marine hull, aviasi, energy offshore, dan properti, menjadikan TUGU sebagai perusahaan dengan portofolio risiko besar (specialty risks) paling kuat di industri.
Data industri terbaru menunjukkan bahwa TUGU konsisten mempertahankan posisi nomor satu pada lini bisnis marine hull dan aviasi. Pada saat yang sama, TUGU berhasil naik peringkat menjadi nomor dua untuk segmen properti, serta mempertahankan posisi kedua untuk energy offshore. Pencapaian ini mencerminkan semakin kuatnya kompetensi teknis dan penguasaan pasar TUGU di kategori risiko tinggi.
Menurut Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, performa ini menjadi bukti nyata bahwa TUGU memiliki kapabilitas mumpuni dalam mengelola portofolio dengan tingkat kompleksitas tinggi. Ia menekankan bahwa lini bisnis seperti aviasi dan energi membutuhkan kapasitas teknis kuat, dukungan reasuransi solid, serta disiplin underwriting untuk menjaga stabilitas kinerja jangka panjang.
“Marine hull dan aviasi adalah lini bisnis yang membutuhkan kontrol risiko ketat dan struktur proteksi reasuransi yang kuat. Dominasi TUGU di posisi teratas menunjukkan kualitas portofolionya tetap terjaga,” ujar Rafly, dalam keterangan tertulis, 10/12/2025.
Khusus pada lini properti, peningkatan peringkat ini sejalan dengan kontribusi premi yang semakin besar dalam laporan keuangan konsolidasi TUGU. Bersama marine hull dan energy offshore, segmen properti menjadi salah satu motor utama pertumbuhan premi bruto hingga September 2025.
Rafly menambahkan bahwa perusahaan yang mampu menempati papan atas pada lini bisnis risiko tinggi biasanya memiliki fondasi teknis dan manajemen risiko yang kokoh, termasuk kesiapan modal dan kompetensi aktuaria yang matang. Hal ini selaras dengan indikator keuangan TUGU yang terus menguat.
Dari sisi fundamental, TUGU mencatatkan Risk-Based Capital (RBC) sebesar 360,9%, jauh melampaui rata-rata industri asuransi umum di level 326%. Rasio Kecukupan Investasi (RKI) TUGU pun mencapai 272%, jauh di atas rata-rata industri 166%. Kedua indikator ini memberikan ruang luas bagi TUGU dalam menjaga likuiditas, ekspansi bisnis, dan pemenuhan klaim kepada nasabah.
Secara finansial, TUGU berhasil membukukan laba tahun berjalan Rp594,82 miliar untuk periode Januari–September 2025. Pendapatan Jasa Asuransi tercatat mencapai Rp5,98 triliun, dengan Hasil Jasa Asuransi sebesar Rp682,63 miliar. Kinerja investasi juga menunjukkan pertumbuhan kuat, naik 21% year-on-year menjadi Rp509,05 miliar.
Total aset TUGU turut naik 19,7% menjadi Rp32,12 triliun, didorong peningkatan ekuitas hingga Rp10,93 triliun. Dengan pencapaian ini, TUGU memperkuat posisinya sebagai perusahaan asuransi umum dengan fondasi teknis dan finansial terkuat di Indonesia.













