Jakarta, CoreNews.id – Ratusan petani Prancis menggelar aksi protes besar di Paris, Selasa (13/1/2026), dengan mengerahkan sekitar 350 traktor untuk menentang perjanjian dagang Uni Eropa–Mercosur. Aksi ini berlangsung menjelang penandatanganan kesepakatan yang dijadwalkan 17 Januari 2026 di Paraguay. Konvoi traktor sejak pagi melintasi Avenue Foch, Champs-Élysées, hingga sekitar Majelis Nasional dan menyebabkan kemacetan parah.
Para petani yang dipimpin FNSEA dan Jeunes Agriculteurs menilai perjanjian itu akan merugikan sektor pertanian. “Kesepakatan ini akan membanjiri pasar Eropa dengan produk murah dari Amerika Selatan yang tidak selalu memenuhi standar Uni Eropa,” ujar perwakilan petani dalam aksi tersebut.
Pemerintah Prancis yang juga menolak kesepakatan itu mengakui kemarahan petani sebagai hal yang sah. Meski Kementerian Pertanian mengumumkan paket bantuan €300 juta, langkah tersebut dinilai belum cukup meredam gelombang protes.













