Jakarta, CoreNews.id – Mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda meminta publik tidak tergesa-gesa mengkritik keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Menurutnya, sebagian kritik muncul karena informasi yang diterima publik belum utuh.
Hasan menilai BoP masih berada pada tahap awal pembentukan sehingga peran dan kontribusinya belum terlihat secara nyata. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut sikap lebih terbuka dan kehati-hatian dalam memberikan penilaian.
“Proses Board of Peace ini kan masih awal, jadi juga kita mesti lebih terbuka untuk jangan tergesa-gesa menilai. Apalagi kalau kita hanya mendasarkan pada informasi yang tidak cukup utuh,” ujar Hasan usai pertemuan para mantan menlu dan wamenlu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia mengapresiasi Presiden Prabowo yang telah memberikan penjelasan komprehensif mengenai keterlibatan Indonesia dalam BoP, termasuk kontribusi konkret yang akan diberikan. Hasan menyebut pertemuan tersebut memberi pemahaman lebih utuh bagi akademisi dan pakar, di tengah keterbatasan informasi publik akibat sifat diplomasi yang sebagian bersifat konfidensial.













