Jakarta, CoreNews.id – Bulan Ramadan selalu punya vibes yang beda. Mulai dari ajakan buka puasa bersama, sahur on the road, sampai ritual tahunan berburu takjil yang bikin kalap sebelum magrib. Semua terasa hangat, penuh kebersamaan, dan pastinya bikin kangen.
Tapi, sadar nggak sih? Di balik momen manis itu, ada satu hal yang sering ikut “naik level”: pengeluaran.
Dalam Islam, puasa bukan cuma soal menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa adalah latihan pengendalian diri—baik dalam bersikap, bertindak, sampai cara kita mengelola gaya hidup. Termasuk juga soal mengatur keuangan Ramadan.
Masalahnya, ajakan bukber datang bertubi-tubi. Belum lagi belanja takjil impulsif, persiapan lebaran, hampers, sampai THR. Awalnya mungkin terasa kecil, tapi kalau dikumpulin? Bisa bikin dompet megap-megap sebelum Lebaran.
Ramadan justru jadi momen paling pas buat belajar bedain mana kebutuhan, mana keinginan. PFI Megalife membagikan sejumlah tips hemat saat Ramadan:
Tentukan Batas Budget Bukber, Biar Nggak Over Budget
Bukber itu seru. Reuni kecil dari teman sekolah, kampus, sampai rekan kerja. Rasanya pengen hadir di semua undangan. Tapi realistis aja—keuangan juga harus dijaga.
Solusinya?
Tentukan dari awal:
- Berapa kali bukber yang bisa dihadiri
- Berapa maksimal budget per acara
- Pilih prioritas yang paling penting
Dengan begitu, silaturahmi tetap jalan, tapi kondisi finansial tetap aman.
Zakat, Infak, Sedekah? Rencanakan dari Awal!
Ramadan identik dengan berbagi. Tapi jangan sampai niat baik malah bikin keuangan jadi nggak stabil.
Alokasikan dana zakat, infak, dan sedekah sejak awal Ramadan. Pisahkan dari dana kebutuhan harian supaya lebih terkontrol.
Dengan perencanaan yang matang:
- Ibadah tetap maksimal
- Hati tenang
- Keuangan tetap seimbang
Win-win solution banget.
Siapkan Kebutuhan Lebaran Secara Bertahap
Lebaran memang momen spesial. Tapi kalau semua dibeli mepet-mepet? Bisa bikin jantung deg-degan lihat saldo rekening.
Mulai cicil dari awal Ramadan:
- Baju lebaran
- Kue dan hampers
- Dana THR keluarga
- Kebutuhan mudik
Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi ringan.
Ramadan = Latihan Finansial Jangka Panjang
Ngatur keuangan selama bulan puasa bukan cuma soal satu bulan. Ini bisa jadi titik awal membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Saat kita belajar:
- Menahan keputusan impulsif
- Mengatur prioritas
- Mempersiapkan kebutuhan masa depan
Artinya kita sedang membangun pondasi keuangan yang lebih matang.
Karena faktanya, hidup nggak selalu bisa diprediksi. Selain pengeluaran rutin dan musiman, selalu ada risiko tak terduga yang bisa muncul kapan saja.
Bukan Cuma Hemat, Tapi Juga Siap Hadapi Risiko
Perencanaan keuangan ideal bukan cuma soal mengurangi pengeluaran. Tapi juga soal kesiapan menghadapi masa depan.
Di sinilah peran perlindungan finansial jadi penting.
Karena puasa bukan cuma soal menahan lapar. Tapi juga tentang belajar hidup lebih bijak—termasuk dalam mengatur keuangan.













